Bacaan Terbaru

Menghapus Stigma Negatif Penyandang Disabilitas


Perlakuan diskriminatif terhadap penyandang disabilitas masih terus terjadi meskipun UU tentang Penyandang Disabilitas telah disahkan oleh DPR pada tanggal 17 Maret 2016. Salah satunya dialami oleh Dwi Ariyani yang diturunkan dari pesawat Etihad Airways dengan rute Jakarta–Swiss dalam rangka mengikuti pelatihan Convention on the Rights of Person with Disabilities yang diselenggarakan Perserikatan Bangsa-Bangsa di Jenewa.

Dalam kasus ini staf Etihad Airways memandang penyandang disabilitas sebagai individu yang tidak mandiri dan dalam kondisi sakit sehingga diperlukan pendamping dalam melakukan perjalanan ke luar negeri. Peristiwa ini menunjukkan adanya paradigma yang salah mengenai penyandang disabilitas, yang dianggap sebagai manusia yang lemah sehingga tidak mendapatkan perlindungan hak asasi manusia.

Disabilitas memang merupakan sebuah kecacatan yang di derita oleh seseorang baik mental, fisik, maupun mental dan fisik (ganda), namun pada hakekatnya tak seorang pun yang ingin menderita cacat pada dirinya. Berbeda dengan orang normal pada umumnya, mereka penderita disabilitas memiliki permasalahan secara psikologis maupun fisik, Penyebab terjadinya disabilitas berbeda, ada yang merupakan cacat dari lahir, cacat kecelakaan, akibat penyakit kronis dan banyak lagi.


Hal tersebut membuat mereka rendah diri dan merasa tidak berguna di tengah kehidupan bermasyarakat, perasaan tersebut timbul karena pada dasarnya selama ini kepedulian masyarakat terhadap kaum disabilitas sangat kurang bahkan mereka di hina dan dikucilkan oleh orang lain. Hal tersebut tidak mungkin terus menerus di biarkan, di perlukan sikap dan pendekatan yang baik kepada penderita disabilitas agar merubah pola pikir mereka dan lebih memahami diri mereka bahwa diri mereka dapat bermanfaat untuk orang lain dan dapat melakukan aktivitas kehidupan layaknya manusia normal pada umumnya.

Apakah kita pernah berpikir tentang disabilitas di sekitar kita? 

Apakah kita pernah menganggap keberadaaan mereka? 


Bagaimana perasaan kita jika takdir menghendaki kita sebagai salah satu bagian dari kaum disabilitas?

Menyikapi penderita Disabilitas bukanlah hal yang mudah, menyikapi tingkah laku penderita disabilitas dengan penyebab dan jenis yang berbeda juga membutuhkan perlakuan yang berbeda pula disetiap perlakuan yang harus kita berikan. Tidak hanya tindakan, penderita disabilitas dapat merasakan dengan hati mereka ketulusan dan keikhlasan seseorang dengan baik terhadap perlakuan seseorang kepada mereka, sikap yang harus ditunjukkan kepada mereka yang terutama yaitu menghargai, karena pada dasarnya sebagian dari mereka merasa tidak di hargai dalam kehidupan ini, yang kedua yaitu percaya dan bersikaplah normal sama seperti orang normal pada umumnya. Kaum Disabilitas bukanlah kaum yang harus di hujat dan kucilkan namun seharusnya dirangkul bersama-sama agar mereka dapat hidup layaknya manusia yang normal. 


Kesimpulan

Penyandang cacat bukanlah manusia asing atau alien yang harus kita takuti dan mereka hidup bukan untuk dihina maupun dimaki, tetapi mereka juga ingin hidup seperti manusia normal lainnya. Mereka ingin berkarya dan menampilkan kreativitas-kreativitasnya. Idealnya mereka juga tidak mengharapkan ada suatu kecacatan apapun dalam diri mereka. Maka dari itu mereka sangat membutuhkan dukungan dari berbagai pihak baik itu keluarga, masyarakat atau pun lingkungan sekitarnya agar mereka mempunyai keberanian untuk eksis seperti orang lain.

Penyandang cacat juga ingin mencapai taraf kesejahteraan sosial yang baik, dimana mereka mampu untuk memenuhi kebutuhan mereka tanpa mengharapkan belas kasihan orang lain. Mereka menjadi tauladan bagi orang-orang yang normal dengan segala kekurangannya tapi mereka mampu menciptakan sesuatu yang bermanfaat bagi dirinya dan orang banyak. 


Mereka ingin menjadi motivator yang handal dimana mereka mampu untuk memberi semangat kepada orang lain agar tidak mudah untuk berputus asa dalam menjalani kehidupan yang pada dasarnya sangat sederhana ini.

Demikian informasi yang dapat saya sampaikan untuk anda tentang Menghapus Stigma Negatif Terhadap Disabilitas semoga tulisan ini dapat bermanfaat bagi anda semua.

Sarkomet berkata “Salam Satu Jiwa”.

Tidak ada komentar