Bacaan Terbaru

Cinta, Kerinduan dan Kelembutan Dalam Rumah Tangga

Sirami pohon cinta kalian berdua dengan saling memenuhi kebutuhan masing-masing. Kemudian, bersenang-senanglah dengan lebatnya dedaunannya. Itulah rahmat (Cinta)
Jika cinta mulai luntur dan berkurang bisa jadi rumah tangga akan menjadi neraka, berdirilah dan katakan kepada pasangan anda “Aku Mencintaimu”


Cinta adalah untaian kata yang sangat agung dan akan semakin agung jika anda sampaikan kepada orang yang anda cintai. Rasullullah saw pernah berkata kepada seseorang yang mengabarkan kepadanya, bahwa dia mencintai seorang lelaki (seiman) karena Allah “Apakah engkau telah mengutarakan cintamu kepadanya?” Orang itu menjawab “Belum”, maka Rasulullah saw berkata “Pergilah dan beritahukan kepadanya (bahwa engkau mencintainya karena Allah)”.
Betapa bahagianya seorang sahabat yang dikabari Rasulullah bahwa Allah mengutus Jibril kepadanya dengan mengatakan “Beritahu kepada si Fulan, bahwa Allah mencintainya”. Jika cinta menjadi lebih indah dengan mengucapkan dan memberitahukan kepada sahabat anda, maka yang lebih besar nilainya lagi adalah ketika anda mengekspresikannya.
Suatu ketika seorang teman berkata kepada saya “Sekarang aku sudah tidak mencintai istriku. Apa yang harus aku lakukan” saya katakan kepadanya “Cintailah dia!” Dia terhenyak keheranan mendengar perkataan saya, kemudian berkata “Aku sudah mengatakan kepadanya bahwa aku tidak mencintainya lagi” saya katakan lagi kepadanya “Pergilah dan cintai dia”.
Cinta tidak hanya kata-kata yang diucapkan, ia adalah tindakan nyata. Pergilah dan lakukan sesuatu yang mengandung unsur cinta, niscaya anda akan kembali mencintainya. Secara sederhana cinta adalah adanya kecenderungan kepada pihak lain, jika salah seorang suami-istri merasa bahwa pasangannya memiliki kecenderungan kepadanya maka dia akan menerima surat, tulisan dalam secarik kertas atau bahkan SMS.
Kiat jitu yang membuat pasangan hidup anda mengetahui bahwa anda selalu memperhatikannya adalah sikap lembut anda. Ini adalah sarana utama untuk saling mawas diri bagi anda berdua (suami-istri) bahwa pasangan anda memperhatikan dan dia akan melindungi dan mencintai anda. Kasih sayang adalah lambang keamanan, perlindungan, ketentraman, kebaikan dan kenikmatan hidup, ini merupakan elemen utama dalam setiap hubungan yang bahagia.

Kiat mengungkapkan kasih sayang kepada pasangan
Kasih sayang adalah bukti kerinduan, dan kerinduan adalah implementasi cinta, namun pertanyaannya bagaimana kita mengungkapkan rasa cinta kepada pasangan kita?
Pelukan hangat, menggandeng tangan, merengkuh pundak atau membelai rambutnya dapat menjadi ungkapan cinta. Kasih sayang ini mengekspresikan kerinduan sebagai gambaran cinta, biasanya pria menyakini bahwa sebagian besar wanita membutuhkan bukti cinta dan kasih sayang.
Memegang tangan dan meremasnya dengan lembut merupakan ungkapan lain dari cinta dan kerinduan, demikian juga dengan pembicaraan melalui telepon dan berbincang penuh santai, semua itu dapat menjadi tambahan untuk cinta anda. Perlu diketahui masih ada ratusan cara bagi anda untuk mengekspresikan rasa cinta.

“Kebutuhan akan kehadiran pihak lain (suami atau istri) sebagai ungkapan rasa cinta, pada umumnya didominasi oleh istri, namun sikap ini juga menjadi kebutuhan para suami meski ungkapannya sedikit lebih sederhana”

Bagi kebanyakan wanita, rindu dan kasih sayang adalah ikatan emosional yang sangat mendasar dan kuat dalam berhubungan dengan pria. Wanita hanya mau menikah dengan pria yang bersedia memberikan perhatian penuh kepadanya. Dia selalu mendambakan sosok suami yang selalu mengungkapkan perhatiannya tanpa kenal bisan, tanpa perhatian ini wanita akan merasa jauh dari sang pria. Perasaan emosional ini menjadikan wanita akan selalu bergantung dan terikat dengan pria.
Jika kita mengurai unsur-unsur sikap baik dalam hubungan suami-istri, kita akan menemukan tiga unsur yang berkaitan dengan lisan (perkataan terbaik), tangan (perbuatan yang lebih baik) dan hati, yang terpenting dalam kebutuhan inti ini (Cinta, Kerinduan dan Kelembutan). Cinta merupakan aksi timbal-balik yang akan berkurang jika salah satu pihak (baik suami atau istri) mengurangi perhatiannya, cinta adalah pemberian tulus tanpa mengharapkan imbalan.
Rasa sayang terwujud ketika ada cinta, namun jika cinta mulai luntur dan berkurang bisa jadi rumah tangga akan menjadi neraka. Apakah tidak ada sarana untuk membuat keseimbangan? Itulah sayang, cinta akan mengakrabkan kembali antara keduanya jika rasa sayang mulai pudar, tidak ada lagi saling menindas atau merugikan dalam kehidupan keluarga. Dengan dua sayap cinta dan sayang, cinta akan terus bersemi dan ketenangan benar-benar akan terwujud dalam rumah tangga dengan kualitas tinggi.

Cara menyayangi Istri menurut Islam
Makna sayang tampak jelas dalam firman Allah swt :
“Dan pergaulilah mereka dengan baik, jika kamu tidak menyukai mereka (maka bersabarlah) karena mungkin kamu tidak menyukai sesuatu, padahal Allah menjadikan padanya kebaikan yang banyak”
(Surah An-nissa ayat 19)

Islam memerintahkan dan mewajibkan suami untuk bergaul dengan istrinya secara baik, bahkan Islam menguatkan dan selalu mendorong suami untuk melakukan hal itu. Wanita lebih membutuhkan hati penuh kasih, baik dalam kondisi cinta dan sayang, ini bukan berarti merendahkan posisinya juga bukan merupakan kekurangan pria serta menuduhnya sebagai orang yang keras kepala.
Wahyu Allah menerangkan bahwa wanita memiliki beberapa kelemahan, suami hendaknya tidak bersikap keras kepadanya jika muncul beberapa kelalaian dalam memenuhi hak-haknya, suami hendaknya tidak menjadikan kelalaian istri sebagai penyebab berkurangnya kewajiban mempergaulinya secara baik, kelalaiannya jangan dibalas dengan kelalaian juga. Namun suami hendaknya membalas dengan wajah berseri dan sikap pemaaf, inilah kasih sayang yang seharusnya dilakukan oleh seorang muslim yaitu menjadi seorang pemaaf.

Rasulullah saw bersabda
“Sesungguhnya wanita diciptakan dari tulang rusuk yang bengkok sungguh tidak akan lurus. Jika kamu bersenang-senang dengannya kamu akan mendapatkan kesenangan, namun pada dirinya ada kebengkokan, jika kamu berusaha meluruskannya maka kamu akan mematahkannya dan patahnya akan menalaknya” (HR Muslim).

Rasulullah saw bersabda
“Nasihatilah wanita secara baik-baik, sesungguhnya wanita diciptakan dari tulang rusuk kaum pria. Sesungguhnya yang paling bengkok pada tulang rusuk adalah bagian atas. Jika kamu berusaha meluruskannya, ia akan tetap selalu bengkok, maka nasihatilah wanita dengan baik” (HR Bukhari).

Hadist diatas menginstrusikan untuk menasihati wanita dengan baik, karena tabiat penciptaan wanita adalah berindikasi kepada “Kebengkokan”, hal ini merupakan salah satu perbedaan tabiat lelaki dibanding wanita dalam hal penciptaan. Kebengkokan ini bukan kehendak wanita, namun merupakan sebuah ciptaan, kehendak Yang Maha Kuasa. Hal ini bukan berarti kekurangan pada diri wanita dengan pria, maka pria jangan pernah meminta agar wanita bersikap seperti dia, namun jika pria menginginkan hidup bahagia bersama wanita (sebagai suami dan istri) maka dia harus menyadari hal itu dan berinteraksi dengannya sebagai suatu realitas yang tidak dapat dirubah. Karena itu adalah tabiatnya.
Wanita didominasi oleh unsur perasaan, sehingga ketika mengambil keputusan sikap bijaknya sering terlupakan, ketika dia bersama dengan suaminya baik perkataan atau perbuatannya sering tidak menarik simpati suami, dominasi unsur tersebut berakibat pada perubahan komposisi karakter. Ketahuilah bahwa ini merupakan karakteristik wanita yang bisa berakibat baik dalam menunaikan kewajiban utamanya misalnya menyusui, mendidik anak, karena ini semua membutuhkan perasaan dan sensitifitas yang tajam.

Rasulullah saw bersabda
“Sesungguhnya Allah mencintai kelemah lembutan dalam setiap perbuatan” (HR Bukhari).

Supaya suami berhasil dalam berinteraksi dengan istri, maka sejatinya dia harus berinteraksi dan meluruskannya secara lembut sehingga dia dapat melaksanakan hak-hak suami. Tetapi jika istri tidak melaksanakan kewajibannya sebagaimana yang diharapkan suaminya dan sering melalaikan hak-haknya maka suami jangan heran, hal ini jangan menjadi sebab untuk menalaknya. Suami seharusnya dapat menahan diri, biarkan dia menanggung segalanya di hadapan Allah. Suami tetap melaksanakan hak Allah yaitu dengan tetap bersikap baik kepadanya, ini merupakan sikap terhormat bagi para suami sebagaimana mereka diberi amanat oleh keluarga istri atas anak perempuannya di hari mereka dinikahkan. Selayaknya suami selalu mengingat makna-makna ini dalam ingatannya, ketika dia melihat kekurangan yang dilakukan istri dalam melaksanakan hak-haknya.

Demikian informasi yang dapat saya sampaikan untuk anda tentang Cinta, Kerinduan dan Kelembutan DalamRumah Tangga semoga tulisan ini dapat bermanfaat bagi anda semua.
Sarkomet berkata “Salam Satu Jiwa”.

Tidak ada komentar