Bacaan Terbaru

Menutup Punggung Tangan Saat Muslimah Shalat Wajibkah?


Soal kewajiban menutup kedua telapak tangan, para ulama berbeda pendapat. Menurut pandangan mayoritas ulama hukum menutup kedua telapak tangan bagi perempuan saat shalat adalah tidak wajib. Ini merupakan opsi yang dirujuk oleh Mazhab Hanafi, Maliki dan Syafii. Salah satu riwayat Imam Ahmad juga mengatakan demikian, karena itu Ibnu Taimiyah dan Ibnu Qudamah memilih pandangan ini.
Mereka mengemukakan sejumlah argumen dan dalil. Di antaranya adalah hadis riwayat Aisyah yang dinukilkan oleh Abu Dawud. Hadis itu menyebutkan bahwa perempuan yang telah mengalami menstruasi maka wajib menutup aurat kecuali wajah dan kedua telapak tangan.
Riwayat Bukhari dari Abdullah bin Umar menguatkan hadis ini. Pada riwayat tersebut Rasulullah SAW mengimbau agar Muslimah tidak mengenakan sarung tangan. Ibnu Qudamah berkomentar, seandainya kedua telapak tangan itu wajib ditutup saat shalat maka tentu imbauan tersebut tidak akan ada.
Selain kedua riwayat tersebut, kelompok ini juga merujuk pada tafsir Ibnu Abbas. Sahabat Rasulullah yang berjuluk tarjaman Alquran tersebut menyatakan pengecualian anggota tubuh yang mesti ditutup dari Surah an-Nur Ayat 31 yakni muka dan kedua telapak tangan.
Selain Opsi pendapat pertama yang memperbolehkan kedua telapak tangan terlihat ada juga Opsi pendapat kedua yang mewajibkan kedua telapak tangan tertutup saat muslimah shalat yakni pendapat dari Mazhab Hanbali dan az-Zhahiri.
Untuk memperkuat pendapat mereka, kelompok ini merujuk hadis riwayat Turmudzi dari Abdullah bin Mas’ud. Hadis tersebut menegaskan perempuan pada hakikatnya adalah aurat secara keseluruhan. Baik saat shalat atau kondisi normal.
Maka merujuk pada pernyataan dari kedua arus pendapat diatas, punggung bagian luar dari tangan harus tertutup saat shalat. Bila mengacu pada opsi pertama maka yang boleh tampak hanya kedua telapak tangan. Sedangkan kedua punggung tangan bagian luar tetap harus tertutup saat shalat. Apalagi mengacu pada kelompok kedua sudah pasti tiap jengkal kedua tangan mesti ditutup.
Lalu, bagaimana bila bagian yang wajib tertutup itu terbuka secara tidak sengaja? Para ulama kembali berbeda pandangan. Menurut Mazhab Syafii, bila bagian yang wajib tertutup saat shalat terbuka di luar kesengajaan maka selama tidak ditutup dengan segera atau dibiarkan begitu saja berpotensi merusak keabsahan shalat.
Sedangkan dalam kajian Mazhab Hanbali, bagian yang terbuka secara tidak sengaja tersebut tidak membatalkan kesahihan shalat. Selama, kadar yang tersingkap tidak parah dan hanya sedikit.
Di kalangan Mazhab Hanafi yang dianggap bisa membatalkan shalat bila aurat tersebut tersingkap dengan kadar seperempat anggota aurat. Baik saat menunaikan rukun ataupun sunat shalat. Maka pendapat yang lebih berhati-hati adalah opsi yang dikemukakan oleh Mazhab Syafii, yakni bila tak ditutup segera setelah mengetahui maka bisa berdampak pada batalnya shalat. ◊ ed. Nn

Demikian informasi yang dapat saya sampaikan untuk anda tentang Menutup Punggung Tangan Saat Muslimah Shalat Wajibkah?, semoga Bacaan ini dapat bermanfaat bagi anda semua.

Sarkomet berkata “Salam Satu Jiwa

Tidak ada komentar