Bacaan Terbaru

Halalkah Mempercantik Kuku Dengan Kuteks?


Kuteks atau cat kuku merupakan salah satu media yang belakangan banyak digemari agar kuku di jari lentik itu tampak cantik dan indah. Warna-warni kuteks pun bervariasi ada warna merah, biru, hijau, ungu dan sebagainya dengan kilauan warna yang menawan.

Bagi perempuan ternyata untuk mempercantik diri ternyata bukan hanya soal berbusana anggun dengan ragam dan mode terkini. Tidak sedikit kaum perempuan yang mempercantik bagian anggota tubuh tertentu dengan berbagai cara salah satu bagian tubuh yang dipercantik yakni bagian kuku dengan menggunakan kuteks. Namun demikian apakah kuteks tersebut halal digunakan dari segi syar’i nya?

Hal paling mendasar yang penting diketahui adalah perihal bahan dasar kuteks, bahan dasar kuteks meliputi emulsifer atau emulgator yang berasal dari gelatin. Gelatin ada yang terbuat dari tumbuhan dan ada juga yang berasal dari hewan, jika gelatin yang dihasilkan dari nabati tingkat kehalalan pemakaiannya lebih tinggi. Untuk pembuatan kuteks dengan unsur gelatin yang berasal dari hewani tentunya mesti memastikan apakah hewan tersebut tergolong hewan yang halal baik dari segi sembelihan atau kategori halal tidaknya hewan tersebut.


Perlu kita ketahui bahwa produk kuteks biasanya menambahkan unsur perekat, zat tersebut berasal dari bahan kimia. Persoalan utama dari bahan kimia tersebut dikhawatirkan dapat menghalangi air wudhu atau mandi besar menyentuh kuku. Ini yang membuat produk kuteks sampai saat ini belum ada yang bersertifikat halal. Padahal untuk pemakaian kuteks sendiri penggunaannya telah menjangkau kebanyakan muslimah di Indonesia.

Sebenarnya jika kita teliti kembali ada bahan pewarna kuku alami yang berasal dari Arab Saudi yang sering dijadikan oleh-oleh haji, pewarna ini bersumber dari tanaman. Ada juga pewarna kuku yang berasal dari India yang dinamakan Heyna pewarna ini juga bersumber dari tanaman. Bahkan di Indonesia ada juga pewarna kuku alami yang berasal dari tumbuhan yaitu Inai.

Namun demikian pemakaian pewarna kuku (kuteks) walaupun itu berasal dari tumbuhan seperti Heyna Arab yang menyerap kulit tetapi jika produk tersebut menghalangi air wudhu atau mandi besar sampai ke kuku maka hendaknya jangan dipakai. Terlebih saat muslimah sedang bersuci dituntut untuk meratakan air ke anggota-anggota yang termasuk rukun utama baik saat wudhu atau mandi besar.


Bila kuteks menghalangi air tersebut, bisa berpotensi merusak keabsahan bersuci, dampak yang paling besar terjadi yang diakibatkan dari pemakaian kuteks tersebut ibadah yang sedang dijalani muslimah tidak akan sah.

Demikian informasi yang dapat saya sampaikan untuk anda tentang Halalkah Mempercantik Kuku Dengan Kuteks?” semoga Bacaan ini dapat bermanfaat bagi anda semua.

Sarkomet berkata “Salam Satu Jiwa

Tidak ada komentar