Bacaan Terbaru

Perencanaan Tenaga Kerja Daerah


Kementerian Ketenaga Kerjaan (Kemenaker),- Dalam meningkatkan kreativitas rakyat memperluas kesempatan kerja harus diawali dengan membuat Perencanaan Tenaga Kerja Daerah. Dalam Perencanaan Tenaga Kerja Daerah itu dibuat target dengan berbagai asumsi kemampuan mengurangi pengangguran hingga akhir jabatan Bupati.

Dalam membuat perencanaan pengurangan pengangguran diukur daya serap kemampuan real tiap sektor menyerap tenaga kerja, baik lapangan kerja formal ataupun informal seperti pada sektor pertanian, pertambangan, industri pengolahan, bangunan, perdagangan, hotel/restoran, listrik/gas/air, angkutan, keuangan, jasa kemasyarakatan dan lainnya.

Selanjutnya kemampuan menyerap tenaga kerja secara real pada masing-masing sektor tersebut dibedakan lagi pada potensi penyerapan tenaga kerja di daerah dan luar negeri. Peningkatan penyerapan tenaga kerja di daerah dilakukan dengan cara mempertahankan tenaga kerja yang sudah bekerja dan membuka kesempatan kerja baru.


Mempertahankan tenaga kerja yang sudah bekerja dilakukan dengan menghindari pemutusan hubungan kerja sebagai akibat dari krisis ekonomi atau dampak dari bom. Sebab, walaupun perusahaan merugi karena adanya krisis perusahaan sudah bertahun-tahun menikmati keuntungan yang tinggi.

Sesungguhnya yang tidak kalah penting dalam jangka panjang untuk mempertahankan tenaga kerja yang sudah bekerja adalah dengan meningkatkan pengetahuan, skill, dan perilaku tenaga kerja tersebut. Ini tidak bisa ditawar-tawar lagi mengingat produktivitas kerja Indonesia paling rendah di ASEAN.

Tidaklah akan ada artinya walaupun keamanan terjamin, investasi meningkat dan kegiatan pariwisata meningkat jika tidak disertai peningkatan sumber daya manusia. Sebab dalam globalisasi ini tidak bisa membendung masuknya tenaga kerja luar negeri ke daerah, di mana kemampuan, skill dan disiplin tenaga kerja asing lebih tinggi dari tenaga kerja lokal. Sehingga ada tendensi sekarang ini hotel berbintang lima di Bali hanya merekrut karyawan baru dari tenaga kerja yang sudah pernah bekerja di luar negeri, entah itu di kapal pesiar atau hotel.

Jika tenaga kerja di sektor pariwisata ini tidak dibenahi maka tidak menutup kemungkinan bakal terjadi tragedi seperti lapangan kerja sektor informal direbut oleh tenaga kerja dari luar Bali. Maka pekerjaan di sektor pariwisata (perhotelan) kelak akan direbut oleh pekerja luar negeri sehingga tenaga kerja lokal hanya menonton. Untuk mengatasi agar tetap dapat bekerja di sektor pariwisata harus dilakukan standarisasi ujia ketrampilan, akreditasi, pengukuran produktivitas kerja dan perencanaan tenaga kerja mikro.

Selanjutnya untuk membuka kesempatan kerja baru di samping dengan meningkatkan keamanan, investasi, ekspor dan pariwisata adalah juga dengan memberdayakan masyarakat. Tetapi kalau satu desa misalnya mengadakan kegiatan yang mampu memperluas kesempatan kerja maka itulah yang patut dibantu.

Bila perlu diadakan lomba desa dengan kriteria pemenangnya adalah desa yang mampu mengadakan perluasan kesempatan kerja (pengangguran terkecil) di samping kriteria lainnya.

Pemerintah melalui Kementerian Ketenaga Kerjaan (Kemenaker) menargetkan menciptakan 30.000 wirausaha baru tahun ini. Target ini meningkat cukup signifikan bila dibandingkan tahun-tahun sebelumnya yang hanya menargetkan penciptaan 15.000 wirausaha baru per tahunnya. Upaya ini diharapkan dapat menekan angka pengangguran dan memperbanyak kesempatan kerja baru," kata Menteri Ketenaga Kerjaan Muhammad Hanif Dhakiri.

Hanif mengatakan, penciptaan wirausaha merupakan salah satu solusi untuk menekan tingkat pengangguran yang terjadi saat ini. Pasalnya, selain menciptakan pekerjaan bagi diri sendiri, pelaku wirausaha juga dapat membuka kesempatan kerja bagi orang lain. “Ukuran suatu negara bisa dikatakan maju jika jumlah wirausahawan mencapai 2% dari total jumlah penduduk. Namun wirausahawan di Indonesia saat ini baru mencapai 1,65 %. Padahal di Malaysia jumlah wirausahawan sudah 4% dan Thailand 7%,“ kata Hanif.


Oleh karena itu, untuk mengejar ketertinggalan itu, pemerintah menetapkan kebijakan-kebijakan dan program kerja untuk membangkitkan dan mengembangkan program wirausaha dengan menargetkan mencetak 30.000 wirausahawan baru tahun ini. “Sasaran kelompok masyarakat yang menjadi calon kewirausahaan adalah para pencari kerja, penganggur/ masyarakat miskin di pedesaan, penganggur terdidik di perkotaan, serta calon TKI yang hendak bekerja ke luar negeri.

Program unggulan yang dikembangkan dalam pembinaan kewirausahaan meliputi pelatihan usaha mandiri pelatihan teknis dan manajerial tenaga kerja, padat karya produktif, pemagangan, teknologi tepat guna dan pendampingan serta pelatihan lainnya yang disesuaikan dengan minat, bakat, dan potensi masyarakat.

Pola pengembangan yang dibidik adalah pembentukan desa industri kreatif dan kerajinan serta desa perdagangan dan jasa. Untuk menambah keterampilan kerja, lembaga-lembaga pendidikan dapat mengembangkan kerja sama dengan Balai Latihan Kerja, terutama mengembangkan program keterampilan untuk mendukung wirausaha baru.

Dengan semangat kewirausahaan yang inovatif, kreatif, dan berdaya saing, para pelaku wirausaha ini menjadi ujung tombak sektor usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) dan koperasi yang mampu menciptakan lapangan kerja baru.

Demikian informasi yang dapat saya sampaikan untuk anda tentang Perencanaan Tenaga Kerja Daerahsemoga Bacaan ini dapat bermanfaat bagi anda semua.

Sarkomet berkata “Salam Satu Jiwa

Tidak ada komentar