Bacaan Terbaru

Gerakan Penanggulangan Pengangguran


Kementerian Ketenaga Kerjaan (Kemenaker), Sebagai upaya untuk menanggulangi masalah pengangguran di Indonesia, pemerintah dalam hal ini Kemenaker melakukan kegiatan untuk dapat menarik berbagai pihak khusus para pengusaha, investor maupun masyarakat luas bersama-sama menanggulangi pengangguran, karena pengangguran semata-mata bukan hanya tanggung jawab pemerintah akan tetapi merupakan tanggung jawab bersama segenap komponen bangsa.

Menekan angka pengangguran, Kemenaker akan menggelar program aksi gerakan penanggulangan pengangguran (GGP). Program aksi ini dituangkan dalam 2 kegiatan yakni Job Fair dan berikutnya Gelar Potensi UKM. Menteri Ketenaga Kerjaan (M. Hanif Dhakiri) menyampaikan, program aksi ini merupakan langkah nyata Pemerintah mengatasi kemiskinan khususnya dalam mengurangi angka pengangguran.“Langkah ini untuk meminimalisir kemiskinan, khususnya penggangguran” ungkapnya. 

Hanif Dhakiri berharap, para pencari kerja dapat memaksimalkan kesempatan ini. Sebab, Job Fair ini diharapkan dapat menjadi peluang baru, khususnya bagi pencari kerja yang selama ini belum beruntung ditampung kerja.

Jumlah pengangguran terbuka di Indonesia terus meningkat. Tahun 2010 jumlah penganggur terbuka 10,8 juta jiwa atau 6,1% dari total angkatan kerja meningkat menjadi 15,3 juta jiwa atau 9,9% dari angkatan kerja pada tahun 2014. Meningkat lagi pada tahun 2015 yaitu 18,6 juta jiwa penganggur atau 10,21 % dari jumlah angkatan kerja.



Penganggur yang terus meningkat merupakan refleksi dari kondisi ekonomi yang masih belum mencapai tingkat pertumbuhan yang diharapkan. Di samping itu juga sebagai indikasi kegagalan bangsa Indonesia melaksanakan pasal 27 UUD'45 yaitu tiap-tiap warga negara berhak akan pekerjaan dan kehidupan yang layak bagi kemanusiaan. Jika indikasi kegagalan melaksanakan amanat pasal 27 UUD'45 terus terjadi maka akan menjadi bom waktu yang melahirkan patologi sosial. Ini disebabkan masalah pengangguran memiliki cakupan sangat kompleks sehingga menjadi masalah nasional.

Gerakan nasional penanggulangan pengangguran ini akan mengubah kebijakan pembangunan pada pemerintah propinsi, kabupaten/kota yang selama ini terkesan kurangnya memiliki komitmen politik dan kebijakan ekonomi terhadap penanganan pengangguran. Pemerintah propinsi, kabupaten dan kota harus mampu mengarahkan pembangunan di semua sektor dalam upaya penciptaan dan perhatian kesempatan kerja, baik di dalam hubungan kerja maupun pada usaha sektor informal.

Rupanya pembangunan pertumbuhan ekonomi selama ini belum dibarengi dengan pemerataan kesempatan kerja. Rakyat menikmati pertumbuhan ekonomi itu lebih banyak dalam bentuk tidak diberdayakan seperti contohnya bantuan langsung tunai. Bantuan langsung berupa uang tunai kepada rakyat memang perlu namun bantuan tersebut selama ini lebih banyak bersifat konsumtif yang membuat masyarakat lebih malas, lebih tergantung dan lebih tidak berdaya.


Rakyat akan terlepas dari kemiskinan hanya apabila bisa menyalurkan kapasitas, kreativitas serta keahliannya dalam proses produksi barang atau jasa. Jadi kalau penduduk sudah memiliki pekerjaan dan dengan sendirinya penghasilan, sudah pasti akan mampu membangun desanya, pura dan rumah tangganya. Kata kuncinya sekarang bagaimana bupati bersama DPRD membuat rakyat yang banyak menganggur, tidak mempunyai kemampuan apa-apa, tidak mempunyai skill, tidak mendapat pendidikan dan training formal maupun informal, atau yang telah mendapat pendidikan tinggi tetapi sulit mendapatkan pekerjaan, dapat ditingkatkan kreativitasnya sehingga terlepas dari belenggu menganggur. Hal ini merupakan tantangan dan ukuran keberhasilan.

Kementerian Ketenaga Kerjaan (Kemenaker) menargetkan dapat menciptakan 30.000 wirausahawan baru pada tahun 2016 ini untuk menekan angka pengangguran dan meningkatkan penyerapan tenaga kerja. Mereka akan dilakukan pendampingan agar benar-benar menjadi wirausahawan produktif, kompetitif, dan menyerap tenaga kerja. "Di tengah terbatasnya ketersediaan lapangan kerja pada sektor formal, pemerintah mengupayakan pengembangan kegiatan kewirausahaan (entrepreneurship) sebagai salah satu strategi penanggulangan pengangguran dengan menggunakan pendekatan informal".

Demikian informasi yang dapat saya sampaikan untuk anda tentang Gerakan Penanggulangan Pengangguransemoga Bacaan ini dapat bermanfaat bagi anda semua.

Sarkomet berkata “Salam Satu Jiwa

Tidak ada komentar