Bacaan Terbaru

Swasembada Padi, Jagung dan Kedelai (Pajalai)


Kementerian Pertanian,- dalam kurun waktu 2 tahun Pemerintahan Jokowi-JK telah menetapkan kedaulatan pangan dan kesejahteraan sebagai single goal dalam pembangunan pertanian. Terkait mandat ini Kementerian Pertanian menterjemahkan dalam Kebijakan Strategis dan Program-Program Hulu Hilir untuk pencapaian single goal tersebut.
Inti dari kebijakan strategis Kementerian Pertanian adalah :
-   Meningkatkan produksi komoditas strategis yang menguasai hajat hidup masyarakat Indonesia baik disisi produksi (farmers empowering) maupun konsumsi (consumers satisfaction);
-     Menekan biaya produksi per satuan luas komoditas strategis tersebut;
-     Pengendalian harga.

Untuk mengkongkretkan Nawa Cita tersebut, pemerintah melalui Kementerian Pertanian langsung tancap gas dengan melaksanakan Program Upaya Khusus Peningkatan Produksi untuk percepatan pencapaian kedaulatan pangan dan kesejahteraan petani. Target swasembaga pangan difokuskan pada komoditas yang menguasai hajat hidup orang banyak yaitu Padi, Jagung, Kedelai (Pajalai), gula, bawang merah, daging, cabai, kakao, karet, kopi dan kelapa sawit. Untuk mewujudkan target tersebut Presiden Jokowi menyatakan “apapun saya beri, yang penting swasembada terwujud”.



Dalam beberapa referensi, konsep dasar kedaulatan pangan adalah pemenuhan pangan melalui produksi lokal. Lebih dalam lagi kedaulatan pangan adalah merupakan konsep pemenuhan hak atas pangan berkualitas gizi baik dan sesuai secara budaya, diproduksi dengan sistem pertanian yang berkelanjutan dan ramah lingkungan. Sedangkan kesejahteraan petani secara ringkas adalah meningkatnya margin keuntungan yang diterima petani sehingga bergairah untuk memproduksi secara berkelanjutan.

Tentunya mewujudkan kedaulatan pangan dan kesejahteraan petani tidaklah semudah seperti membalikkan telapak tangan. Sebab, upaya peningkatan produksi dan pengendalian harga dihadapkan pada berbagai faktor penghambat diantaranya anomali perubahan iklim, jaringan irigasi rusak, pemilikan lahan petani yang sempit dan teknologi pertanian yang belum siap dimanfaatkan serta adanya intervensi kepentingan pihak-pihak tertentu di sisi hilir.

Terkait upaya peningkatan kesejahteraan petani, Kementerian Pertanian bersama dengan lembaga terkait memfokuskan upaya pada menekan biaya produksi dan pengendalian harga produksi. Untuk menekan biaya produksi tersebut berbagai kebijakan telah diluncurkan seperti pengadaan infrastruktur, alsintan, dan subsidi benih dan pupuk.



Kemudian bersama dengan lembaga terkait khusus Bulog dan Kementerian Perdagangan telah ditetapkan harga pembelian pemerintah (HPP) dan harga referensi (floor price dan ceiling price) melalui Peraturan Menteri Perdagangan No.63/M-Dag/PER/9/2016. Implementasinya yakni melalui operasi pasar dilaksanakan melalui Toko Tani Indonesia (TTI), Rumah Pangan Kita dan Intervensi di pasar becek.

Demikian informasi yang dapat saya sampaikan untuk anda tentang Program Kementerian Pertanian untuk mencapai Swasembada Padi, Jagung dan Kedelai (pajalai), semoga tulisan ini dapat bermanfaat bagi anda semua.

Sarkomet berkata “Salam Satu Jiwa”.

Tidak ada komentar