Bacaan Terbaru

Program Konversi BBM ke BBG


Kementerian Energi dan Sumber daya Mineral (ESDM),- 
Program konversi Bahan Bakar Minyak (BBM) ke Bahan Bakar Gas (BBG) sebetulnya sudah dimulai sejak pemerintahan SBY. Namun, karena berbagai kendala, program tersebut akhirnya kurang maksimal. Hingga akhirnya, di pemerintahan yang sekarang program tersebut kembali digalakkan dengan menekankan pada angkutan umum dan kendaraan dinas. Program konversi BBM ke BBG untuk angkutan umum terus dilakukan Pemprov DKI Jakarta selain dapat menghemat cadangan minyak bumi, juga dapat mengurangi polusi udara, sebanyak 22 SPBBG segera dibangun hingga akhir tahun ini.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengatakan, ada sejumlah dukungan yang diharapkan Pertamina dari pemerintah. Salah satunya adalah Peraturan Pemerintah dan Pemerintah Daerah yang mewajibkan angkutan umum, kendaraan dinas untuk memakai BBG. "Dari 13 permintaan Pertamina itu, kalau dikelompokkan di antaranya menyangkut soal regulasi, soal suplai dan kebijakan harga, soal masyarakat yang perIu disiapkan, dan soal pekerjaan kontraktor,".

Merujuk pada instruksi pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta sendiri pun aktif untuk menggalakkan konsep tersebut sedari dulu. Bahkan, belum lama ini, Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengatakan bahwa Pemprov DKI menginginkan agar nantinya seluruh kendaraan umum yang berada di kawasan pemerintahannya, wajib menggunakan BBG.


Hal ini seiring dengan pembangunan Stasiun Bahan Bakar Gas (SPBG) yang akan segera dibangun. Niatnya tersebut, akan diwujudkannya dengan bekerjasama PT Pertamina Tbk (Persero). Sudah barang tentu, dengan adanya pembangunan SPBG yang baru, angkutan umum yang berbahan bakar BBG tak risau lagi "Terkadang kalau angkutan umum mau mengisi bahan bakar dan jauh dari tempat beroperasi sudah barang tentu mereka akan merugi. Oleh sebab itulah, kita bangun lagi SPBG," ujarnya.

Sebelumnya, penerapan konversi dari BBM ke BBG, Pemprov DKI Jakarta sudah mengesahkan peraturan Gubernur Nomor 141 tahun 2007 tentang Penggunaan Bahan Bakar Gas untuk Angkutan Umum dan Kendaraan Operasional Pemerintah Daerah. Nah, berangkat dari situlah kini Pemprov DKI Jakarta menggenjot penggunaan BBG untuk semua angkutan umum di Jakarta. Di tahun ini bekerjasama dengan Pertamina, Pemprov DKI Jakarta akan membangun sekitar 22 SPBG yang juga selesai pada akhir tahun ini. 

Terlebih, program konversi BBM ke BBG ini telah menjadi program yang harus dijalankan sesuai dengan program langit biru dan Peraturan Daerah Provinsi DKI Jakarta Nomor 2 tahun 2005 tentang Pengendalian Pencemaran Udara. Hal tersebut juga bertujuan untuk mendorong kualitas udara perkotaan dari pencemaran udara khususnya yang bersumber dari kendaraan bermotor melalui penerapan transportasi berkelanjutan.


"Ini semua tentu saja untuk menjaga kualitas udara di Jakarta agar baik. Kami akan dorong semua kendaraan yang berbahan bakar menggunakan BBG," ujarnya beberapa waktu lalu. Berdasarkan beberapa data yang ditemukan mengenai jumlah moda transportasi yang telah menggunakan BBG, tercatat ada sekitar 1.000 unit bus Trans jakarta dan 7.000 unit Bajaj, taksi, dan angkutan umum lainnya.

"Kami juga akan mendukung program tersebut dengan mencari lahan untuk ditempatkan MRU (Mobile Refueling Unit) supaya pengisian BBG menjadi lebih mudah," katanya. Apalagi, lanjutnya, saat ini Pemerintah Pusat telah menargetkan untuk membangun sebanyak 22 SPBG dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).


"Saat ini, di depan Monas sudah ada MRU. Pertamina juga sudah setuju SPBU-nya ditambahin jadi SPBG. Dulu kan enggak pernah ketemu nih sama PGN, sekarang enggak," katanya. Adapun SPBG yang sudah siap melayani berada pada wilayah, Terminal Kampung Rambutan, Terminal Pinang Ranti, Kramat Jati, Cililitan, Pasar Minggu, Daan Mogot, Rawamangun, Pulogadung Jalan Perintis Kemerdekaan, Pulogadung Jalan Pemuda, Pesing, Rawabuaya, Kalideres, dan Pulogebang.

Demikian informasi yang dapat saya sampaikan untuk anda tentang “Program Konversi BBM ke BBG”, semoga tulisan ini dapat bermanfaat bagi anda semua.
Sarkomet berkata “Salam Satu Jiwa

Tidak ada komentar