Bacaan Terbaru

Kenali Kanker Serviks Sejak Dini


Kanker serviks merupakan kanker ganas yang terbentuk dalam jaringan serviks (organ yang menghubungkan uterus dengan vagina). Kanker leher rahim atau disebut juga kanker serviks adalah sejenis kanker yang 99,7% disebabkan oleh human papilloma virus (HPV) onkogenik, yang menyerang leher rahim. Kanker serviks biasanya menyerang wanita berusia 30-45 tahun. 

Pada usia tersebut, wanita masih terbilang aktif secara seksual, maka sangat bahaya apabila wanita sampai mengidap penyakit ini. Leher rahim itu sendiri memiliki fungsi sebagai pintu masuk dari vagina menuju rahim dan meski kanker ini bisa saja dialami oleh wanita yang usianya di bawah 25 tahun, tetap saja usia tersebut tak begitu berisiko dibandingan wanita usia antara 30-45.

Human papilloma Virus (HPV) merupakan penyebab dari kanker serviks. Sedangkan penyebab banyak kematian pada kaum wanita adalah virus HPV tipe 16 dan 18. Virus ini sangat mudah berpindah dan menyebar, tidak hanya melalui cairan, tapi juga bisa berpindah melalui sentuhan kulit. Selain itu, penggunaan wc umum yang sudah terkena virus HPV, dapat menjangkit seseorang yang menggunakannya jika tidak membersihkannya dengan baik. 


Kebanyakan infeksi HPV dan kanker serviks stadium dini berlangsung tanpa menimbulkan gejala sedikitpun sehingga penderita masih dapat menjalani kegiatan sehari-hari. Namun, jika dilakukan pemeriksaan deteksi dini dapat ditemukan adanya sel-sel serviks yang tidak normal yang disebut juga sebagai lesi prakanker.

Kanker serviks berdampak negatif terhadap kehamilan, persalinan, dan nifas. Dampak negatif tersebut yakni terjadinya kemandulan, abortus akibat infeksi, pendarahan, ketuban pecah dini, inersia uteri, dan hambatan pertumbuhan janin di dalam rahim karena terhambat oleh pertumbuhan kanker.

Ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko terjadinya kanker serviks antara lain sebagai berikut :
  • Hubungan Seks pada usia muda atau pernikahan pada usia muda;
  • Berganti-ganti pasangan seksual;
  • Defisiensi zat gizi;
  • Sering melahirkan;
  • Trauma;                               
  • Kronis pada Servik seperti persalinan, infeksi dan iritasi menahun;


Adapun gejala yang sering timbul pada stadium lanjut antara lain adalah :
  • Pendarahan sesudah melakukan hubungan intim;
  • Keluar keputihan atau cairan encer dari kelamin wanita;
  • Pendarahan sesudah mati haid (menopause);
  • Pada tahap lanjut dapat keluar cairan kekuning-kuningan, berbau atau bercampur darah, nyeri panggul atau tidak dapat buang air kecil;

Akan tetapi kanker serviks juga dapat dicegah dan diobati.


Upaya Pencegahan pada kanker serviks antara lain sebagai berikut :
  • Kanker serviks dapat dicegah dengan meningkatkan kebersihan kewanitaan;
  • Penggunaan kondom saat berhubungan seks;
  • Menghindari merokok;
  • Menghindari pencucian vagina dengan obat-obatan antiseptik tertentu;
  • Pemberian vaksin (antigen);
  • Pemeriksaan PAP SMEAR adalah cara untuk mendeteksi dini kanker serviks.

Upaya Pengobatan pada kanker serviks antara lain sebagai berikut:
  • Pemanasan, diathermy atau dengan sinar laser;
  • Operasi, yaitu dengan mengambil daerah yang terserang kanker, biasanya uterus beserta leher rahimnya;
  • Radioterapi yaitu dengan menggunakan sinar X berkekuatan tinggi yang dapat dilakukan secara internal maupun eksternal.

Hal terpenting menghadapi penderita kanker serviks adalah menegakkan diagnosis sedini mungkin dan memberikan terapi yang efektif sekaligus prediksi prognosisnya. Hingga saat ini pilihan terapi masih terbatas pada operasi, radiasi dan kemoterapi, atau kombinasi dari beberapa modalitas terapi ini. Namun, tentu saja terapi ini masih berupa “simptomatis” karena masih belum menyentuh dasar penyebab kanker yaitu adanya perubahan perilaku sel. 


Terapi yang lebih mendasar atau imunoterapi masih dalam tahap penelitian. Saat ini pilihan terapi sangat tergantung pada luasnya penyebaran penyakit secara anatomis dan senantiasa berubah seiring dengan kemajuan teknologi kedokteran. Penentuan pilihan terapi dan prediksi prognosisnya atau untuk membandingkan tingkat keberhasilan terapi baru harus berdasarkan pada perluasan penyakit. Secara universal disetujui penentuan luasnya penyebaran penyakit melalui sistem stadium.

Jika diagnosis kanker serviks sudah diketahui sejak awal, kemungkinan pulih sepenuhnya cukup bagus. Tapi jika kanker sudah menyebar, peluang pulih total akan berkurang. Pada kasus kanker serviks yang tidak bisa disembuhkan, mungkin akan disarankan untuk dilakukan perawatan paliatif. Perawatan jenis ini berfungsi untuk memperlambat penyebaran kanker, memperpanjang usia pasien dan mengurangi gejala yang muncul, misalnya rasa sakit dan pendarahan vagina.

Pesan yang perlu diingat:

  • Untuk melakukan skrining kanker serviks, jangan sampai menunggu adanya keluhan.
  • Datanglah ke tempat periksa untuk pemeriksaan PAP SMEAR/IVA.
  • Jika ditemukan kelainan pra kanker ikutilah pesan petugas/dokter. Apabila perlu pengobatan, jangan ditunda. Karena pada tahap ini tingkat kesembuhannya hampir 100%.

Demikian informasi yang dapat saya sampaikan untuk anda tentang “Kenali Kanker Serviks Sejak Dini”, semoga tulisan ini dapat bermanfaat bagi anda semua.

Sarkomet berkata “Salam Satu Jiwa

3 komentar: