Bacaan Terbaru

Bahasa Tubuh (body language)

Bahasa tubuh adalah jenis komunikasi pesan nonverbal (tanpa kata-kata). Bahasa tubuh merupakan proses pertukaran pikiran dan gagasan di mana pesan yang disampaikan dapat berupa isyarat, ekspresi wajah, pandangan mata, sentuhan, artifak (lambang yang digunakan), diam, waktu, suara, serta postur dan gerakan tubuh.

Bahasa tubuh (body language) merupakan alat komunikasi primitif yang sudah lama dipergunakan oleh manusia. Bahasa tubuh merupakan gerakan tubuh dan bagian-bagiannya yang terjadi secara spontan dan merupakan hasil olah alam bawah sadar dalam upayanya mengekspresikan perasaan dan keinginan tersembunyi di dalam hati.

Sejak manusia masih berupa bayi, perubahan mimik (ekspresi) wajah dan gerak anggota tubuh merupakan alat komunikasi antara si bayi dengan orang di sekitarnya. Karena seorang anak bayi masih belum bisa berkata-kata, maka bahasa tubuh menjadi bahasa utama dan penting sebagai alat pengungkap perasaan dan keinginannya yang harus dimengerti oleh orang di sekitarnya agar dapat memahami keinginan si bayi dan memenuhi kebutuhannya.


Kita semua, dalam satu cara yang sama atau cara lain, mengirim pesan kecil kepada dunia. Kita menyampaikan pesan kepada dunia secara sadar maupun tidak melalui bahasa tubuh nonverbal. Kita mengangkat satu alis saat tidak percaya. Kita menggosok hidung ketika bingung. Kita menyilangkan lengan kita untuk mengisolasi diri atau untuk melindungi diri kita sendiri. Kita mengangkat bahu saat tidak peduli, kedipan satu mata untuk keintiman, tekan jari-jari kita untuk tidak sabar, menampar dahi ketika melupakan sesuatu dan masih banyak beberapa gerakan-gerakan lainnya dan sementara ada pula yang disengaja.

Tanpa disadari, tubuh kita sebenarnya “berbicara” jauh lebih banyak dibanding mulut. Bahasa tubuh bisa menyampaikan perasaan dan emosi yang tidak kita ungkapkan dalam kata-kata kepada orang yang kita ajak bicara. Perannya penting banget dalam interaksi sosial manusia.

Begitu banyak hubungan komunikasi antar manusia di lakukan dengan cara non-verbal, maka membaca bahasa tubuh merupakan hal terpenting yang harus dimiliki untuk meningkatkan pemahaman dalam mendengarkan. Unsur-unsur dari non-verbal itu sendiri sangat penting karena dapat membantu kita dalam memahami perasaan orang lain. Orang lebih sering menyembunyikan perasaan mereka dengan mengontrol non-verbalnya, biasanya ini lebih berhasil daripada mengaburkan kata-kata yang diucapkan secara lisan. Emosi biasanya “bocor” dan kita harus menyiapkan dan mengatur ekspresi non-verbal kita.


Beberapa pedoman dalam “membaca” bahasa tubuh/body language:
·     Focus perhatian pada petunjuk-petunjuk yang paling membantu : ekspresi muka, suara, postur, gerakan tubuh dan “aksi”;
·           Membaca non-verbal pada konteks;
·           Melihat perbedaan;
·           Waspada terhadap perasaan dan reaksi tubuh anda.

Bahasa tubuh kadang kala sangat jelas dan tidak mengandung banyak arti. Bagaimanapun dalam waktu tertentu, body language sangat sulit untuk di baca dan diartikan. ketika pendengar memberikan tanggapan dengan pemahamannya, komunikasi bisa meningkat dengan signifikan.

Demikian informasi yang dapat saya sampaikan untuk anda tentang “Bahasa Tubuh (body language)”, semoga tulisan ini dapat bermanfaat bagi anda semua.

Sarkomet berkata “Salam Satu Jiwa

Tidak ada komentar