Bacaan Terbaru

Waspadai Diabetes Pada Anak (Akibat Anak Makan Sembarangan)


Jumlah anak penderita diabetes terus bertambah, Kadar gula pada anak cenderung meningkat saat liburan sekolah, perlu kerja keras mengedukasi orangtua. Secara keseluruhan kasus diabetes di Indonesia cukup memperhatinkan. Jumlah penyandang diabetes di Indonesia mencapai sekitar 13,4 juta atau 5,7% dari 235 juta penduduk Indonesia. 

Diperkirakan pada tahun 2030 penyandang diabetes di Indonesia berjumlah 21,4 juta dan menempati urutan keempat di dunia dalam hal jumlah dibawa India, Cina dan Amerika Serikat. Peningkatan angka itu patut diwaspadai karena pola makan tidak sehat yang merupakan salah satu penyebab diabetes sedang mewabah dan tentu saja karena faktor genetik.

Anak penderita diabetes jumlahnya cenderung meningkat, terjadi lonjakan kasus diabetes anak sebesar 500% dalam dua tahun terakhir. Mayoritas penderitanya berumur 10-14 tahun baik untuk anak penderita diabetes tipe 1 maupun diabetes tipe 2. Diabetes tipe 1 disebabkan kerusakan pankreas, sehingga produksi insulin berkurang dan merupakan kelainan genetik yang dibawa sejak lahir.


Peningkatan kasus itu tidak lepas dari pola hidup tidak sehat para orangtuanya, banyak orangtua menderita diabetes karena pola makan tidak sehat seperti menyantap makanan berkadar gula tinggi. Penyakit itu kemudian menurun kepada anak-anaknya. Banyak anak pasien diabetes 1 yang tidak terdeteksi, mereka baru diketahui setelah masuk rumah sakit dalam keadaan koma.

Banyak faktor mengapa kasus diabetes pada anak cenderung tinggi, selain faktor genetik dan serangan virus yang menghancurkan mekanisme sel beta pangkreas, diabetes juga disebabkan oleh gaya hidup. Diabetes anak cenderung meningkat di musim libur sekolah karena anak-anak biasanya dibebaskan makan apa saja dan sedikit beraktivitas.

Apalagi, belakangan banyak jajanan minuman dan makanan berkadar gula tinggi yang disukai anak-anak di warung dan pasar swalayan. Gula yang berlebih pada makanan itu jika diserap tubuh akan membuat gula darah meningkat. Hal ini akan menimbulkan resistensi insulin. Artinya kadar hormon insulin dalam tubuh cukup tapi tidak dapat bekerja dengan baik mengontrol gula darah. Pangkreas pun rusak sehingga tak mampu memproduksi cukup insulin untuk mengubah gula darah menjadi energi. Obesitas pada anak juga bisa menimbulkan resistensi insulin.


Menangani anak-anak penderita kencing manis (diabetes) tidaklah mudah, sulit mengedukasi orangtua untuk menerima kenyataan bahwa anaknya harus disuntik dengan insulin setiap hari. Bisa dibayangkan jarum suntik saja merupakan sesuatu yang menakutkan bagi mereka. Permasalahan lainnya dalam masa pertumbuhan anak-anak membutuhkan asupan nutrisi yang baik dan seimbang, namun bila tidak terkontrol bisa berakibat peningkatan kadar gula.

Mengurangi kadar gula dalam konsumsi anak sehari-hari butuh perhatian lebih. Maka dari itu kita sebagai orang tua wajib mencermati jenis gula tambahan dan mewaspadai indeks glikemik (GI) dan beban glikemik (GL) pada anak. GI dan GL yang tinggi bisa berdampak pada kerja pankreas. “Produksi reproduksi akan terganggu dan berpotensi terkena diabetes pada usia dewasa”. Selain itu kita sebagai orangtua wajib memeriksa kadar gula darah anaknya terutama bila melihat tanda-tanda klasik pada anak, seperti sering makan dan minum, pusing serta kerap kencing dan kesemutan.


Demikian informasi yang dapat saya sampaikan untuk anda tentang “Waspadai Diabetes Pada Anak”, semoga tulisan ini dapat bermanfaat bagi anda semua.

Sarkomet berkata “Salam Satu Jiwa

Tidak ada komentar