Bacaan Terbaru

Pentingnya Bermain Untuk Perkembangan Anak Anda


Pada hakikatnya dunia anak adalah dunia untuk bermain-main. Mereka sangat menikmati waktu bermain, sehingga tidak jarang mereka lupa makan, lupa belajar bahkan sampai malas untuk melakukan aktivitas lainnya, Persoalan anak yang sangat menikmati kegiatan bermain, memang membuat pusing para orang tua. Sampai-sampai orang tua menganggap bahwa anaknya malas belajar dan maunya cuma bermain saja. 

Memang kenyataannya begitulah dunia anak-anak, dunia mereka adalah dunia untuk bermain. ”Dengan bermain anak-anak menggunakan otot tubuhnya, mempertajam indra-indra tubuhnya, mengeksplorasi dunia imajinasi disekitarnya, menemukan seperti apa lingkungan yang ia tinggali dan menemukan seperti apa diri mereka sendiri”.


Setiap orang tua harus dapat memahami dan mengetahui kemampuan serta karakter anak-anak mereka yang masih bisa dikembangkan. Pada saat anak lahir telah memiliki beberapa kemampuan seperti kemampuan berbicara, berpikir, sosialisasi dan lainnya. Kemampuan tersebut dapat berkembang dan dimanfaatkan secara optimal dengan cara dirangsang melalui media yang ada disekitar mereka. Selain itu anak juga harus merasakan senang ketika mengalami perkembangan kemampuannya sehingga dia dapat mengasah lebih tajam kemampuan yang ada di dalam diri mereka.

Banyak orang tua yang beranggapan bahwa bermain hanyalah kegiatan yang tidak berguna dan membuang-buang waktu, anak lebih baik tidur atau melakukan hal lain yang lebih bermanfaat. Di Indonesia banyak sekali orang tua yang saat ini lebih memfokuskan untuk mendidik anak mereka agar cerdas atau berprestasi secara akademik. Ini ditunjukkan dengan sikap orang tua yang terus menerus menuntut anaknya untuk mendapatkan nilai yang bagus di sekolah bahkan sampai mewajibkan anaknya untuk mendapatkan nilai sempurna, anak mereka dituntut harus mampu menjuarai berbagai lomba, dan menjadi juara di kelasnya.

Demi itu semua, orang tua sudah mulai mendidik anaknya sejak kecil bahkan dari balita dengan memasukan berbagai macam les membaca dan berhitung, hal ini yang menyebabkan waktunya akan berkurang untuk bermain di usia mereka. Bahkan yang lebih parah anak usia 2 tahun saja sudah dimasukkan ke sekolah PAUD, hal ini bukannya tidak baik, tetapi orang tua harus dapat mengimbanginya dengan kegiatan yang membuat anak senang bukan membuat anak anda merasa terkurung. Kebutuhan utama anak memanglah bermain.


Pada dasarnya dunia bermain bagi anak tidak selalu berkaitan dengan menghabiskan waktu untuk melakukan aktifitas yang tidak penting, tanpa kita sadari saat seorang anak bermain dia akan melakukan berbagai hal serta dapat mengasah otak kanannya, seperti contohnya dia akan mencoba untuk menemukan hal-hal baru yang menarik, dia bahkan akan membuat hal-hal yang menyenangkan, lucu bahkan mengejutkan untuk dilihat oleh orang tuanya.

Si kecil bisa menyusun atau meletakkan sesuatu yang baru dari beberapa benda yang didekatnya, ini dapat diartikan dia sedang bermain dengan imajinasinya, dia sudah mulai melakukan hal-hal yang sebelumnya dia tidak dapat lakukan. Jadi jangan salah, justru hal seperti inilah yang juga disebut sebagai prestasi yang harus dibanggakan sebagai orang tua.

Mengenal diri sendiri bukan hanya diperlukan oleh seorang yang sudah dewasa atau remaja. Anak sudah harus mulai diajarkan untuk mengenal dirinya sendiri agar pengenalan sudah bisa dilakukan sejak dini. Saat bermain dia akan mulai tahu hal apa saja yang dia sukai, dia akan mengenal lingkungan apa yang dia kehendaki, saat anak bermain inilah ajang untuk mereka belajar mengenal lingkungan luar rumah. Mereka yang terbiasa untuk bergaul dengan orang asing dengan berbagai permainan cenderung tumbuh menjadi anak yang lebih penyayang dan mudah beradaptasi dengan siapa saja dan lingkungan yang bagaimanapun, ini tentu saja menjadi pelajaran yang positif bagi anak anda.


Selain itu saat anak bermain dengan temannya dia juga akan mulai untuk belajar berkomunikasi dengan orang lain, bagi mereka yang belum lancar bicara tentu hal ini adalah sesuatu yang menguntungkan, anak anda bisa melatih organ bicaranya dan terdorong untuk memproduksi suara. Berdasarkan penelitian, anak yang hanya menghabiskan waktu sendiri tanpa bermain dengan teman-teman cenderung lebih lamban dalam bicaranya, dia menjadi kurang komunikatif dan agak sulit dalam menyesuaikan diri di kemudian hari.

Memang benar bahwa tidak semua permainan cocok dan mendukung pertumbuhan seorang anak. Permainan dengan kriteria khususlah yang dapat diperkenalkan kepada anak-anak. Jadi, bermain bukan hanya fokus pada mengisi waktu saja, ada pendidikan yang tertanam secara tidak langsung ke dalam pikiran dan diri para anak. Misalnya saja mencoret-coret buku, menggambar, bernyanyi, dan sebagainya yang menuntut imajinasi si anak. Dari berbagai permainan itulah, anda bisa sedikit banyak tahu apa yang disukai dan apa yang menjadi bakat si kecil. Nantinya setelah sudah tahu, anda bisa membuatnya belajar lebih dalam tentang hobi atau bakat yang dimilikinya.

Mainan tidak hanya untuk hiburan saja akan tetapi memiliki fungsi edukasi sehingga mendapatkan manfaat dari mainan yang dapat mendidik anak mengalami perkembangan optimal. Stimulasi diperlukan untuk dapat membuat koneksi antar saraf yang terhubung dan membuka wawasan anak. Dalam mendukung stimulasi maka dapat mengenalkan anak pada mainan-mainan edukatif.


Mainan edukatif dapat merangsang daya pikir dan kemampuan anak anda, sehingga anak dapat memiliki kemampuan memecahkan masalah dan kosentrasi, anda dapat memilih jenis permainan yang dapat memberikan pendidikan dan pembelajaran kepada anak. Mainan yang bersifat edukatif membantu anak tumbuh kembang optimal apalagi pada usia balita yang membutuhkan rangsangan motorik dalam perkembangannya.

Meskipun sangat penting dikenalkan pada anak akan tetapi ketika anda memilih mainan edukatif sebaiknya tidak sembarangan. Anda harus cermat dalam memilih mainan, tingkat kerumitan dan bentuk dengan umur anak anda. Mainan edukatif dapat mengenal ragam dan variasi dengan bentuk dan warna dipilih sesuai kesukaan anak anda. Perhatikan pula ragam permainan sehingga dapat mengenal bermacam macam bentuk dan warna.

Permainan untuk anak dapat memacu ide dan menggunakan kemampuan berkhayal juga kreativitas dengan membantu perkembangan kognitif dan memberikan kontribusi pada perkembangan intelegen anak. Dengan bermain maka dapat dijadikan kegiatan yang spontan dan dapat memberikan pembelajaran tanpa anak merasa terbebani.

Permainan menjadi standar moral. Pada saat anak bermain baik di rumah atau di sekolah secara sendiri atau berkelompok maka belajarkan bagaimana anak memperlakukan teman atau apa yang ingin dia harapkan tanggapan dari orang lain kepada dia. Dengan bermain maka aspek yang menyenangkan akan didapat oleh anak. Hal ini yang akan membuka kesempatan pada anak anda dalam menghadapi kemampuan dirinya ketika berhadapan dengan teman sebayanya. Dengan bermain otak kanan yang kurang diasah di sekolah dapat terasah dengan jenis-jenis permainan yang dipilih oleh anak anda.

Bermain sangat penting untuk perkembangan anak. Dengan bermain mereka dapat mengembangkan emosi, fisik, dan pertumbuhan kognitif nya. Bermain adalah cara bagi anak untuk belajar mengenai tubuh mereka dan dunia ini, dan pada saat itulah mereka akan menggunakan kelima indra yang dimilikinya. Dengan mengeksplorasi hal-hal yang ada disekitarnya maka otak anak akan berkembang.


Dengan bermain mereka mengembangkan imajinasi, skill, kemandirian, kreativitas, dan kemampuan bersosialisasi. Disini mereka akan belajar berbagi mainan dengan teman dan saudaranya, belajar mengucapkan kata ‘maaf’ dan ‘terima kasih’. Pada saat ini, bermain adalah pekerjaan anak, dan membereskan sisa permainan menjadi pekerjaan kita sebagai orang tua. (dari berbagai sumber)

Demikian informasi yang dapat saya sampaikan untuk anda tentang “Pentingnya Bermain Untuk Perkembangan Anak Anda”, semoga tulisan ini dapat bermanfaat bagi anda semua.


Sarkomet berkata “Salam Satu Jiwa

6 komentar:

  1. barmain sih dibolehkan saja untuk anak anak, tetapi bermain juga harus dibatasi, itu juga untuk meningkatkan daya belajarnya :D

    BalasHapus
  2. Wih keren nih gan :D btw belum punya anak :v nice info

    BalasHapus
  3. Untuk masa anak anak bermain sangat dianjurkan namun harus diawasi oleh orang tua

    BalasHapus
  4. ini yang kadang-kadang orang tua ga sadar dan cuma nyuruh anaknya buat belajar

    BalasHapus
  5. Bermain juga harus di imbangin dengan belajar

    BalasHapus