Bacaan Terbaru

Gerakan “Ayo Ketaman”



Taman Suropati, Taman Menteng atau Taman Langsat, mungkin tidak asing lagi asing bagi masyarakat DKI Jakarta dan sekitarnya. Tapi taukah Anda, jika DKI Jakarta ternyata memiliki ribuan taman-taman kota yang tersebar di seluruh wilayah di DKI Jakarta. Bertepatan dengan peringatan hari habitat dunia atau World Habitat Day yang jatuh setiap senin pertama di Bulan Oktober, Pemprov DKI Jakarta pun mencanangkan sebuah gerakan baru. Sebuah gerakan yang mengajak masyarakat untuk berkunjung ke taman-taman di Jakarta.

Gerakan “Ayo Ketaman” mendorong pemanfaatan ruang terbuka hijau oleh masyarakat, karena sebenarnya taman kota sendiri berpotensi untuk dapat dimanfaatkan baik sebagai media rekreasi, penahan suhu, angin serta kontrol kelembaban udara.

Gerakan yang dinamai "Ayo Ke taman" ini diprakrasai Kemitraan Kota Hijau (K2H), dengan motor penggerakanya adalah Dinas Pertamanan dan Pemakaman DKI Jakarta. Ada banyak yang terlibat dalam kampanye ayo ketaman ini, seperti Badan Perencanaan Infrastruktur Wilayah (BPIW-KemenPUR), Jurusan Arsitektur Lansekap Fakultas Arsitektur Lansekap dan Teknologi Lingkungan-Universitas Trisakti serta berbagai komunitas.


Sebagai salah satu bentuk ruang terbuka hijau, keberadaan taman kota seharusnya memberikan banyak manfaat bagi masyarakat. Keberadaan taman kota sangat erat dengan fungsi ekologis dan estetika, kedua aspek ini dapat mempengaruhi kenyamana warga kota. Misalnya adalah Taman Cateya yang secara ekologi berfungsi sebagai peredam bising. Ataupun Taman Menteng yang berfungsi memodifikasi suhu dan penahan angin ataupun Taman Langsat yang memberikan fungsi sebagai kontrol kelembaban udara. "Secara estetika, keberadaan taman-taman inipun mempercantik dan menghijaukan kota".

Beberapa tahun terakhir, DKI Jakarta memang tengah berupaya mengembalikan ruang-ruang hijau di ibukota dengan membangun taman-taman kota. Mulai dari revitalisasi sejumlah taman seperti taman Kerinci di Jakarta Selatan hingga menyulap area waduk-waduk seperti Waduk Pluit dan Waduk Rio-Rio menjadi taman kota yang asri.


Data dari Dinas Pertamanan dan Pemakaman DKI Jakarta menyebutkan, saat ini setidaknya DKI Jakarta memiliki 1.178 taman yang tersebar di seluruh wilayah Jakarta. Meski terkesan banyak, rupanya banyak masyarakat yang belum sepenuhnya memanfaatkan taman-taman kota sebagai ruang bersosialiasi, berekreasi ataupun berolahraga dengan beragam alasan. "Banyak tukang jualannya, pengamen dan fasilitasnya kadang kurang memadai" saat ini hanya beberapa taman kota saja yang cukup representatif sebagai sarana rekreasi, bersosialisasi ataupun berolah raga, selebihnya banyak taman-taman kota yang kondisi tidak terawat.

"Kepala Dinas Pertamanan dan Pemakaman DKI Jakarta, Ratna Diah Kurniati mengakui, masih adanya taman-taman kota yang rusak dan belum tertata dengan baik. "Perbaikan taman-taman yang rusak juga menjadi agenda dari Gerakan Ayo Ke Taman ini," kata Ratna dalam sebuah kesempatan. Gerakan Ayo ke Taman, lanjut Ratna sebagal gerakan sosialisasi untuk mengajak masyarakat berkunjung ke taman-taman kota yang ada. Setiap tiga bulan sekali, roadshow akan dilakukan di taman-taman unggulan yang ada di Jakarta. "Jadi taman yang rusak akan kita perbaiki dan taman-taman yang baru akan terus kita sosialisasikan," tambah Ratna.


Nantinya diharapkan masyarakat dapat memetik manfaat dari taman-taman kota yang ada disekitar mereka sebagai saranan bersosialiasi, berolah raga atupun berekreasi. Hasil akhirnya adalah tak hanya tata ruang dan kota yang cantik, tetapi juga masyarakat yang sehat secara fisik maupun psikisnya.

Demikian informasi yang dapat saya sampaikan untuk anda tentang Gerakan Ayo Ketaman, semoga tulisan ini dapat bermanfaat bagi anda semua.
Sarkomet berkata “Salam Satu Jiwa”.

Tidak ada komentar