Bacaan Terbaru

Apa Itu Tabu ?


Dalam beberapa budaya, kata-kata yang diasosiasikan dengan kepercayaan dan hanya digunakan dalam kegiatan keagamaan khususnya oleh seorang pemuka agama, jenis-jenis kata inilah yang disebut sebagai kata taboo atau taboo words. Hal ini selaras dengan Kamus Besar Bahasa Indonesia yang menyatakan bahwa taboo adalah hal yang dianggap suci, tidak boleh disentuh, diucapkan, merupakan pantangan dan larangan. 

Dari situasi dan kondisi ini manusia sebagai pemakai bahasa sering memanfaatkan bahasa atau berbagai kata-kata yang tidak sepatutnya diucapkan yang biasa dikenal dengan tabu. Kata-kata kasar, jorok, cabul, makian, sindiran halus dan sejenisnya sengaja atau tidak sengaja terlontar dari lidah seseorang untuk mengekpresikan segala bentuk ketidaksenangan, kebencian, atau ketidakpuasan terhadap situasi yang tengah dihadapinya.

Hubungan Tabu dalam masyarakat memiliki serangkaian nilai (values) dan norma (norms). Pada masyarakat kuno, jika terjadi sebuah pelanggaran tabu maka diyakini akan mendatangkan sebuah hukuman atau sanksi dari alam ghaib. Dalam agama Islam, tabu tampaknya dapat dianalogikan dengan al muharramat, hal-hal atau tindakan-tindakan yang diharamkan. Dalam masyarakat modern, tabu dalam pengertian larangan untuk tidak melakukan sesuatu.


Tabu dalam bahasa ada 3 yaitu :

Taboo of Fear : Segala sesuatu yang mendatangkan kekuatan yang menakutkan dan dipercaya dapat membahayakan kehidupan;

Tabu of Delicacy : Usaha manusia untuk menghindari penunjukan langsung kepada hal-hal yang tidak mengenakkan;

Taboo of Propriety :   Tabu yang berkaitan dengan seks, bagian-bagian tubuh tertentu dan fungsinya, serta beberapa kata makian yang semuanya tidak pantas atau tidak santun untuk diungkapkan;

Siapa Saja Yang Sering Menggunakan Kata Tabu
Kata-kata taboo digunakan oleh berbagai kalangan dan gender dengan usia yang relatif berbeda-beda. Pria terhitung sebanyak 65% kata-kata taboo pada tahun 1986, dan jumlah tersebut kemudian menurun menjadi 55% pada tahun 2006 hingga sekarang ini. Pria juga lebih sering mengucapkan kata-kata yang sangat kasar dibandingkan wanita, tetapi, wanita lebih sering mengatakan kata kasar seperti 'bitch' dibandingkan pria.


Mengapa Seseorang Menggunakan Kata Tabu
kata-kata taboo digunakan untuk mengekspresikan kemarahan (frustasi) dan juga ketika seseorang mengalami rasa sakit. Seseorang mungkin dengan mudah mengatakan hal semacam itu dengan tujuan bercandaria, namun ketika benar-benar kesal seseorang juga akan mengatakan hal yang sama.


Dalam kehidupan manusia sebagai makhluk Tuhan yang berbudaya perlu diperhatikan bagaimana seseorang mengungkapkan kata-kata dalam berbahasa yang baik khususnya mengenai penggunaan kata-kata yang bermakna kultural untuk diekpresikan dalam bahasa. Ekspresi bahasa yang ungkapkan dalam bentuk kata-kata harus tetap dalam koridor norma-norma sosial dan agama yang dapat diterima oleh masyarakat luas. Ada beberapa kata-kata tertentu yang harus dihindari, baik untuk diucapkan maupun diekspresikan karena hal itu dipandang tabu dan dilarang untuk disebarluaskan.

Tabu berdampak pada setiap orang, disadari atau tidak tetapi tetap saja mempengaruhinya. Setiap manusia atau masyarakat memiliki hal-hal tertentu yang enggan untuk dibicarakan, atau yang tidak layak dibicarakan langsung secara terang-terangan. Sehingga akan muncul suatu anggapan bahwa beberapa pemikiran/perasaan tidak boleh diungkapan dengan kata-kata sebagai sesuatu yang sulit dijabarkan, dan sedapat mungkin berusaha untuk tidak mengekspresikannya meskipun kita tahu kata-kata yang bisa digunakan. Kalau pun harus diekspresikan, kita memilih menggunakan cara-cara yang tidak langsung.

Demikian informasi yang dapat saya sampaikan untuk anda tentang “Apa Itu Tabu ?”, semoga tulisan ini dapat bermanfaat bagi anda semua.
Sarkomet berkata “Salam Satu Jiwa

Tidak ada komentar