Bacaan Terbaru

Tercapainya Swasembada Pertanian

Swasembada Pertanian
Kementerian Pertanian RI, Pemerintah kini tampak mulai serius dalam memajukan pertanian Indonesia. Hal ini dapat terlihat dari 4 target sukses pertanian yang dikeluarkan oleh Kementerian Pertanian. Empat target sukses itu meliputi : (1) swasembada berkelanjutan dan pencapaian swasembada, (2) diversifikasi pangan, (3) peningkatan daya saing nilai tambah ekspor, (4) kesejahteraan petani.

Dalam bidang swasembada berkelanjutan langkah pemerintah fokus prioritas program pembangunan akan diarahkan untuk mempertahankan swasembada yang sudah dicapai (beras, jagung, gula konsumsi, telur dan daging unggas) dan akan terus memacu produksi kedelai, gula industri, dan daging sapi agar tercapai swasembada pada akhir 2016.

Untuk Diversifikasi pangan, keanekaragaman sumber karbohidrat akan dioptimalkan penggunaannya sehingga sumber pangan karbohidrat tidak lagi melalui bergantung pada beras. Konsumsi beras masih cukup tinggi sekitar 139 kg/kapita/tahun, sedangkan Malaysia hanya 90 kg dan Brunei 80 kg. Pemanfaatan sumber karbohidrat lain akan didorong hingga tercapai diversifikasi pangan yang cukup ideal dan proporsional sesuai potensi produksinya. Keragaman budaya didorong untuk menghasilkan aneka pangan nusantara yang menarik dan bergizi seimbang.

Peningkatan nilai tambah, daya saing dan ekspor Berbagai usaha agribisnis di pedesaan akan dibangun untuk menumbuhkan industri hilir pertanian yang berbasis sumberdaya lokal. Dengan suntikan inovasi teknologi dan manajemen agribisnis, produk-produk yang dihasilkan, dikembangkan sehingga punya nilai tambah dan daya saing untuk memenuhi kebutuhan pasar lokal, nasional, regional dan internasional.

Kesejahteraan petani pun menjadi hal penting bagi Kementerian Pertanian untuk mensukseskan program pertanian. Meningkatkan kesejahteraan petani, melalui revitalisasi penyuluhan dan revitalisasi kelembagaan petani, petani akan dibina melalui kelompok tani dan gabungan kelompok tani. 

Pembinaan petani diarahkan agar tercipta petani yang kreatif, inovatif, dan mandiri, serta mampu memanfaatkan iptek dan sumber daya lokal untuk menghasilkan produk pertanian berdaya saing tinggi. Pada saat yang sama pemerintah akan mendorong terwujudnya sistem kemitraan usaha dan perdagangan komoditas pertanian yang sehat, jujur, dan berkeadilan.

Dalam mendukung 4 target sukses pertanian, Kementerian Pertanian mengeluarkan 7 (tujuh) gema revitalisasi pertanian, yaitu; revitalisasi lahan, revitalisasi perbenihan dan pembibitan, revitalisasi infrastruktur dan sarana, revitalisasi sumber daya manusia, revitalisasi pembiayaan pertanian, revitalisasi kelembagaan petani, dan revitalisasi teknologi dan industri hilir.
  1. Revitalisasi Lahan, antara lain diwujudkan melalui program verifikasi, audit lahan, serta usaha pencetakan sawah dan lahan pertanian baru. 
  2. Revitalisasi Perbenihan dan Pembibitan, diwujudkan melalui pengembangan riset benih dan bibit, serta program bantuan benih dan bibit. 
  3. Revitalisasi Infrastruktur dan Sarana, diwujudkan antara lain melalui program perbaikan irigasi desa dan jalan usaha tani serta pengembangan pupuk organik dan rasionalisasi pupuk an - organik.
  4. Revitalisasi Sumber Daya Manusia, diwujudkan melalui pengembangan SDM lewat metode Sekolah Lapang, pelatihan dan pemagangan serta pendampingan penyuluh pertanian. 
  5. Revitalisasi Pembiayaan Pertanian, diwujudkan melalui program Pengembangan Usaha Agribisnis Pertanian (PUAP), Sarjana Membangun Desa (SMD), Lembaga Distribusi Pangan Masyarakat (LDPM) dan Lembaga Mandiri yang Mengakar di Masyarakat (LM3). 
  6. Revitalisasi Kelembagaan Petani, diwujudkan melalui berbagai program pemberdayaan Poktan dan Gapoktan serta Lembaga Keuangan Mikro (LKM). Revitalisasi Pembiayaan Pertanian dan Revitalisasi Kelembagaan Petani, akan menumbuhkan Lembaga-lembaga keuangan Mikro (LKM) di pedesaan yang kelak diharapkan akan menjadi cikal bakal terbentuknya Bank Pertanian di desa-desa.
  7. Revitalisasi teknologi dan industri hilir, diharapkan bisa menumbuhkan lapangan kerja dan peningkatan pendapatan petani. Sejumlah program dapat dikerahkan untuk mendukung, antara lain antara lain melalui program Pengembangan serta Bantuan alat mesin pertanian seperti traktor, pompa air, packing haouse, penggilingan, perontok, dryer, silo, mini feed mill, alat pemerah susu, rumah potong hewan (RPH), serta perangkat pengolahan kompos dan biogas.
Ketujuh gema revitalisasi pertanian ini diharapkan mampu mendukung tercapainya 4 target sukses pertanian yang dikeluarkan Kementerian Pertanian Republik Indonesia. Dengan tercapainya 4 target sukses pertanian, sektor pertanian akan menjadi penyumbang terbesar dalam pembangunan perekonomian nasional.

Demikian informasi yang dapat saya sampaikan untuk anda tentang "Tercapainya Swasembada Pertanian", semoga tulisan ini dapat bermanfaat bagi anda semua.

Sarkomet berkataSalam Satu Jiwa”.

Tidak ada komentar