Bacaan Terbaru

Sosialisasi Konservasi Energi (Penghematan Energi)


Kementerian ESDM,- Konservasi energi adalah kegiatan pemanfaatan energi secara efisien dan rasional tanpa mengurangi penggunaan energi yang memang benar-benar diperlukan untuk menunjang pembangunan nasional. Konservasi Energi (Penghematan Energi) adalah penggunaan energi yang optimal sesuai dengan kebutuhan sehingga akan menurunkan biaya energi yang dikeluarkan (hemat energi hemat biaya). Tujuan konservasi energi adalah untuk memelihara kelestarian sumber daya alam yang berupa sumber energi melalui kebijakan pemilihan teknologi dan pemanfaatan energi secara efisien, rasional, untuk mewujudkan kemampuan penyediaan energi.

Tujuan utama dari konservasi energi adalah untuk menghemat energi. Penghematan energi juga berarti menghemat uang serta mengurangi ketergantungan kita pada bahan bakar fosil karena mereka masih merupakan bahan bakar yang dominan. Konservasi energi juga dapat membantu lingkungan kita. Menghemat energi berarti mengurangi penggunaan bahan bakar fosil dan ini berarti mengurangi emisi CO2. Selama ini, peningkatan emisi CO2 dianggap oleh banyak ilmuwan sebagai penyebab utama di balik meningkatnya dampak perubahan iklim.


Melakukan upaya perubahan budaya dan opini di masyarakat bukan hal yang mudah. Sudah sangat lama masyarakat Indonesia dibuai oleh ungkapan bahwa Indonesia adalah negara kaya akan energi dan dimanjakan oleh subsidi harga energi. Hal ini menyebabkan permasalahan yang cukup pelik ketika cadangan minyak Indonesia menipis bahkan saat ini telah menjadi net importer oil dan anggaran negara pun  tidak lagi mampu menyediakan subsidi dalam jangka panjang, namun di sisi lain masyarakat masih tergantung pada subsidi energi dan terbiasa menggunakan energi secara boros.

Undang-undang Nomor 30 tahun 2007 tentang energi telah mengamanatkan peningkatan pemanfaatan energi terbarukan dan pemanfaatan energi secara efisien. Pemerintah pun telah bertekad dalam jangka panjang akan merestrukturisasi harga energi dengan konsep harga keekonomian yang mempertimbangkan harga pasar sehingga harga energi tidak akan lagi semurah saat ini. Jika hal ini terwujud, maka biaya yang harus dikeluarkan masyarakat untuk keperluan energi akan meningkat signifikan, salah satu cara mengatasinya adalah dengan melakukan pemakaian secara hemat dan seperlunya.


Per tanggal 1 Juli 2010, Pemerintah telah menetapkan kenaikan tarif dasar listrik (TDL) rata-rata 10% yang memicu banyak protes dari masyarakat yang merasa dirugikan atas kenaikan TDL ini. Hal ini terjadi karena masyarakat belum memahami sepenuhnya apa dan bagaimana kebijakan Pemerintah mengenai harga energi ini. Jika kenaikan TDL diimbangi dengan penerapan konservasi energi di semua lini, maka kenaikan ini dapat ditekan dampaknya.

Studi bersama antara Ditjen Listrik dan Pemanfaatan Energi dan Japan International Cooperation Agency (JICA) pada tahun 2007 menunjukkan potensi penghematan energi sangat besar di setiap sektor. Untuk sektor industri potensi penghematan mencapai 15 – 30%. Sektor transportasi berpotensi menghemat sekitar 25% dari konsumsi energinya. Dan terakhir, sektor rumah tangga diperkirakan masih dapat menurunkan konsumsi energi dari 10% hingga 30%. Masing-masing sektor tersebut secara berturut-turut berkontribusi pada konsumsi energi nasional sebesar 40%, 38%, dan 22%. Hal ini menunjukkan penghematan yang dapat dilakukan akan sangat signifikan menekan laju konsumsi energi dan berdampak luas bagi perekonomian nasional.


Pemanfaatan media publik seperti commuter line, TV bandara, TV pada pesawat (seperti yang terdapat pada pesawat Garuda Indonesia) dan media on-line juga menjadi sarana penting untuk penyebarluasan informasi terkait konservasi energi. Karena banyaknya pengguna kereta jarak pendek commuter line, sehingga penyampaian pesan dan informasi konservasi energi dapat terlihat dan tersampaikan lebih banyak dengan daerah tujuan Jabodetabek. Media massa televisi bandara dipilih karena efektifitas penyampaian pesan yang baik dalam area yang banyak dipadati oleh penumpang dan pengunjung bandara, maupun area tunggu untuk berkumpul di tempat umum bandara.

Pada tahun 2012, Bandara Soekarno-Hatta menjadi bandara dengan jumlah penumpang terbesar di Indonesia. Penumpang yang hilir-mudik di bandara ini mencapai 53.677.752 orang, atau rata rata sebanyak 4.473.146 penumpang perbulan. Sedangkan untuk jumlah penumpang udara pada tahun 2014 Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah penumpang udara di sejumlah Bandara di Indonesia pada tahun 2014 mencapai 72,6 juta orang, naik 5,6 persen dari tahun 2013 sebanyak 68,5 juta orang. Hal ini merupakan angka yang besar untuk menyeberluaskan informasi ke masyarakat tentang konservasi energi.


Konservasi energi adalah kegiatan pemanfaatan energi secara efisien dan rasional tanpa mengurangi penggunaan energi yang memang benar-benar diperlukan untuk menunjang pembangunan nasional. Konservasi (penghematan) energi adalah penggunaan energi yang optimal sesuai dengan kebutuhan sehingga akan menurunkan biaya energi yang dikeluarkan (hemat energi hemat biaya).

Pelaksanaan program konservasi energi merupakan program yang harus mendapat dukungan dari seluruh lapisan masyarakat Indonesia terutama para pimpinan yang memegang kebijakan dalam mengambil keputusan, tanpa dukungan dari masyarakat mustahil tujuan konservasi energi dapat tercapai secara optimal.

Demikian informasi yang dapat saya sampaikan untuk anda tentang "Sosialisasi Konservasi Energi", semoga tulisan ini dapat bermanfaat bagi anda semua.
Sarkomet berkata “Salam Satu Jiwa”.

2 komentar:

  1. hemat pemakaian hemat penggunaan

    BalasHapus
  2. designer yang kerjaanya didepan komputer sampe subuh bisa apa gan haha

    BalasHapus