Bacaan Terbaru

Perdesaan Sehat



Kementerian PDT&Trans, Perdesaan Sehat adalah salah satu instrumen fasilitasi koordinasi pelaksanaan kebijakan percepatan pembangunan kualitas kesehatan berbasis perdesaan di daerah tertinggal. Kegiatan perdesaan sehat dikembangkan berdasarkan identifikasi dan analisis terhadap fakta masalah-masalah kritis kesehatan yang terjadi di daerah tertinggal. Fakta tersebut dipengaruhi oleh karakteristik daerah tertinggal, dan secara dominan melibatkan perempuan, anak-anak dikawasan perdesaan.

Kementerian Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi RI mengarahkan kebijakan percepatan peningkatan kualitas kesehatan di daerah tertinggal yang berbasis perdesaan (Perdesaan Sehat) dengan fokus intervensi pada proporsi Dokter Puskesmas, Bidan Desa, Ketersediaan air bersih dan asupan gizi yang seimbang terutama pada ibu hamil, ibu menyusui dan balita. Implementasi dari Perdesaan Sehat tersebut melalui koordinasi dan fasilitasi dengan seluruh pemangku kepentingan.



Perdesaan Sehat menganut prinsip-prinsip: Keberpihakan pada daerah tertinggal, pemenuhan hak atas kesehatan dan pemberdayaan masyarakat. Berdasarkan hal tersebut, maka pelaksanaan kebijakan percepatan pembangunan kualitas kesehatan berbasis di daerah tertinggal harus melibatkan seluruh lapisan masyarakat.

Pembangunan daerah tertinggal merupakan upaya terencana untuk mengubah suatu daerah yang dihuni oleh komunitas dengan berbagai permasalahan sosial ekonomi dan keterbatasan fisik, menjadi daerah yang maju dengan komunitas yang kualitas hidupnya sama atau tidak jauh tertinggal dibandingkan dengan masyarakat Indonesia lainnya.

Berdasarkan Peraturan Presiden No. 5 Tahun 2010, Tentang RPJMN tahun 2010-2014, pemerintah telah menetapkan Sasaran capaian kinerja Prioritas Nasional 10 pada tahun 2014 bagi 183 Daerah Tertinggal, Terdepan,Terluar dan Pasca Konflik Pembangunan Daerah Terttinggal yaitu; 1) Peningkatan rata-rata pertumbuhan ekonomi di daerah tertinggal sebesar 7.1. persen. 2) Berkurangnya persentase penduduk miskin di daerah tertinggal menjadi 14,2 persen. 3) Meningkatnya Indeks Pembangunan Manusia (IPM) menjadi 72,2 pada tahun 2014.



Apabila saran tersebut dapat dicapai maka diharapkan akan terjadi pengentasan daerah tertinggal paling sedikit 50 kabupaten (Target PN 10). Untuk mengefektifkan percepatan capaian hasil pembangunan, arah kebijakan Pembangunan daerah tertinggal diarahkan pada pembangunan sumber daya manusia dan ekonomi lokal yang bertumpu pada peningkatan infrastruktur dan kapasitas lembaga daerah.

Komitmen pemerintah terhadap isu kesenjangan antar daerah melalui Prioritas Nasional 10 ini, juga ditunjukkan keberpihakannya melalui tema “Penjaminan dan Pengutamaan” bagi pertumbuhan daerah tertinggal, serta adanya kebijakan khusus infrastruktur dan pendukung kesejahteraan lainnya yang harus terlaksana paling lambat tahun 2011.

Sesuai dengan undang-undang Nomor 36 Tahun 2009, Tentang Kesehatan, Sistem Kesehatan Nasional (SKN) dan Indikator Pembangunan Kesehatan Masyarakat (IPKM) yang mengedepankan “Paradigma Sehat” melalui upaya kesehatan dasar (Promotif dan Preventif) serta karekteristik ketertinggalan kabupaten daerah tertinggal, maka Kementerian PDT&Trans mengarahkan kebijakan percepatan peningkatan kualitas kesehatan di daerah tertinggal yang berbasis perdesaan (Perdesaan Sehat) dengan fokus intervensi pada proporsi Dokter Puskesmas, Bidan Desa, Ketersediaan air bersih dan asupan gizi yang seimbang tertutama pada ibu hamil, ibu menyusui dan balita.



Arah kebijakan percepatan pembangunan kualitas kesehatan yang bertumpu pada kapasitas lembaga dan infrastruktur pelayanan kesehatan dasar di perdesaan daerah tertinggal. Dengan mengarah pada 5 pilar Perdesaan Sehat yakni: 1. Percepatan ketersediaan dan berfungsinya Dokter Puskesmas bagi seluruh puskersmas di daerah tertinggal. 2. Percepatan ketersediaan dan berfungsinya Bidan Desa bagi seluruh desa di daerah tertinggal. 3. Percepatan ketersediaan Air Bersih bagi setiap rumah tangga di daerah tertinggal; 4. Percepatan ketersediaan Sanitasi bagi setiap rumah tangga di daerah tertinggal; serta, 5. Percepatan ketersediaan Gizi Seimbang bagi Ibu Hamil, Ibu Menyusui, dan Balita.

Demikian informasi yang dapat saya sampaikan untuk anda tentang "Perdesaan Sehat", semoga tulisan ini dapat bermanfaat bagi anda semua.



Sarkomet berkata “Salam Satu Jiwa”.

Tidak ada komentar