Bacaan Terbaru

Pemberdayaan Generasi Muda dalam Program Transmigrasi


Kementerian Desa PDTT, Dalam pelaksanaan pembangunan dan pengembangan transmigrasi, Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal Dan Transmigrasi (KDPDTT) sangat konsen terhadap pembinaan generasi muda. Ini dapat dilihat dari apa yang terkandung dalam Undang-Undang Nomor: 29 tahun 2009 tentang perubahan atas Undang-Undang  Nomor: 15 tahun 1997 tentang Ketransmigrasian, bahwa pengembangan masyarakat transmigrasi diarahkan untuk mencapai kesejahteraan, kemandirian, integrasi transmigran dengan penduduk sekitar, dan kelestarian fungsi lingkungan secara berkelanjutan. 

Untuk mendukung pengembangan masyarakat transmigrasi tersebut peran pemuda transmigrasi sangat penting dan perlu ditingkatkan kualitasnya agar mampu berpartisipasi aktif dalam pembangunan.



Generasi muda di kawasan transmigrasi, merupakan kelompok masyarakat yang baru dibentuk dari berbagai anggota masyarakat dengan beragam perbedaan baik daerah asal, latar belakang sosial, budaya, adat istiadat, dan karakter masing-masing. Meskipun dari latar belakang yang berbeda-beda, mereka diharapkan dapat segera menyesuaikan diri dengan kondisi daerah baru yang umumnya sarat dengan berbagai tantangan dan hambatan. Pemuda transmigrasi bersama-sama dengan komponen masyarakat lain diharapkan dapat berpartisipasi aktif dalam pembangunan daerah baru untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat transmigrasi.



Sesuai dengan paradigma baru pembangunan transmigrasi, program pasca penempatan transmigran difokuskan pada upaya-upaya pemberdayaan masyarakat dengan orientasi peningkatan partisipasi, keberdayaan dan kemandirian transmigran. Pemberian bantuan kepada pemuda transmigrasi harus didasarkan pada kerangka pemberdayaan pemuda sehingga tidak menciptakan ketergantungan.

Dalam pemberdayaan pemuda transmigrasi, diperlukan penguatan kapasitas SDM melalui peningkatan pengetahuan, ketrampilan dan perubahan sikap serta perilaku agar lebih mandiri. Generasi muda transmigrasi harus dapat berperan dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta mempunyai tanggungjawab sosial dalam mencegah, menangkal dan menanggulangi berbagai masalah sosial. 

Mereka juga harus mampu berperan sebagai perekat persatuan dan kesatuan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Untuk itu, penggalangan kerjasama antar generasi muda untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat mutlak diperlukan.



Untuk mendukung tujuan dan sasaran kemandirian transmigran sangat ditentukan sekali dengan peran generasi muda, oleh sebab itu, untuk percepatan kemandirian transmigrasi perlu optimalisasi peran pemuda. Kegiatan pemberdayaan pemuda menyangkut spektrum yang sangat luas dengan pilihan kelembagaan yang sangat beragam. Untuk memudahkan pembinaan di lapangan dan dapat berkelanjutan, maka harus ditetapkan pilihan bentuk organisasi yang paling tepat mengingat waktu pembinaan yang dilakukan oleh Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi hanya lima tahun. 

Dengan pertimbangan tersebut maka dipilih salah satu organisasi sosial kemasyarakatan yang telah ada,  mempunyai keberadaan cukup merata di tingkat desa dan telah baku secara nasional yaitu karang taruna.

Pemberdayaan pemuda harus dilakukan melalui perluasan hubungan kerjasama dengan kelompok-kelompok lain baik di dalam komunitas sendiri maupun dengan kelompok di luar komunitas. Membangun keberdayaan pemuda tidak dapat dilakukan dalam suatu komunitas pemuda yang statis dan tertutup. Kelompok pemuda yang dinamis dan terbuka dengan masyarakat luar akan mempunyai potensi besar untuk diberdayakan. 

Untuk itu diperlukan jejaring secara berjenjang antara kegiatan pemuda dari tingkat kelompok dengan tingkat komunitas, kemudian ke tingkat desa dan seterusnya. Terbentuknya jejaring harus selaras dengan jejaring pemerintah yang memberikan dukungan terhadap proses pemberdayaan pemuda transmigrasi.



Dalam memberdayakan pemuda transmigrasi salah satu yang harus dikembangkan adalah perluasan informasi. Oleh karena itu untuk mengembangkan organisasi kepemudaan dan pengembangan kegiatan pemuda transmigrasi, dinas penyelenggaraa transmigrasi di kabupaten/kota diharapkan dapat memprogramkan kegiatan forum komunikasi pemuda transmigrasi yang antara lain kegiatannya untuk membahas program kegiatan pemuda di setiap permukiman transmigrasi, permasalahan yang dihadapi dan merumuskan pemecahan masalahnya.

Melalui program ini diharapkan generasi muda di kawasan transmigrasi dapat mendorong terwujudnya pencapaian tujuan dan sasaran kemandirian transmigran di kawasan transmigrasi.



Demikian informasi yang dapat saya sampaikan untuk anda tentang "Pemberdayaan Generasi Muda Dalam Program Transmigrasi", semoga tulisan ini dapat bermanfaat bagi anda semua.

Sarkomet berkata “Salam Satu Jiwa”.

1 komentar:

  1. Saya tertarik dengan tulisan anda mengenai Pengembangan kemasyarakatan
    Silahkan kunjungin web kami http://www.lpug.gunadarma.ac.id/ kami menyediakan beberapa artikel mengenai lembaga pengembangan.

    BalasHapus