Bacaan Terbaru

Mewujudkan Insan Indonesia Cerdas Dan Kompetitif


Kemendikbud,- Dalam rangka mewujudkan cita-cita untuk mencerdaskan kehidupan bangsa dan sejalan dengan visi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, maka Kemendikbud mempunyai program visi pada tahun 2025 yakni menghasilkan Insan Indonesia Cerdas dan Kompetitif. Yang dimaksud dengan insan Indonesia cerdas dan kompetitif adalah anak yang cerdas komprehensif, yaitu cerdas spiritual, cerdas emosional, cerdas sosial, cerdas intelektual, dan cerdas kinestetis.

Dengan terintegrasinya program pendidikan dan kebudayaan, keseluruhan ide dan gagasan, perilaku, serta hasil karya manusia yang dikembangkan melalui sebuah proses pembelajaran dalam dunia pendidikan dan cara beradaptasi terhadap lingkungannya diharapkan dapat berfungsi sebagai pedoman didalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. 

Dengan adanya keseluruhan proses dan hasil interaksi sistemik dari proses kegiatan pendidikan, keagamaan, kebangsaan, budaya kesukuan, budaya tempatan, serta budaya global yang memang terkait satu sama lain dan dinamis akan dapat menuju ke arah kemajuan peradaban bangsa.

Pendidikan merupakan hak asasi bagi setiap warga negara Indonesia dan oleh karena itu setiap warga negara Indonesia berhak memperoleh pendidikan yang bermutu dan kompeten sesuai dengan minat dan bakat yang dimilikinya tanpa harus memandang status sosial, ekonomi, agama, suku, etnis dan gender. 

Dengan adanya pemerataan akses dan peningkatan mutu pendidikan akan membuat warga negara Indonesia memiliki kemampuan kecakapan hidup (life skills) sehingga dapat mendorong berdirinya pembangunan manusia seutuhnya serta masyarakat madani dan modern yang mempunyai nilai-nilai Pancasila, sebagaimana yang telah diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.


Strategi dan arah kebijakan program pembangunan pendidikan dan kebudayaan pada tahun 2010-2014 dirumuskan berdasarkan pada tujuan, visi dan misi strategis Kemdikbud, serta mengacu pada RPJMN 2010-2014 dan evaluasi pencapaian hasil pembangunan pendidikan dan kebudayaan pada tahun 2009. 

Strategi dan arah kebijakan program pembangunan pendidikan dan kebudayaan ini juga menitik beratkan pada komitmen pemerintah terhadap konvensi internasional mengenai pendidikan, khususnya Konvensi Dakar tentang Pendidikan untuk Semua, World Summit on Sustainable Development, Millenium Development Goals (MDGs), Konvensi Hak Anak, Konvensi Perlindungan Warisan Dunia,  konvensi pelindungan dan promosi keragaman dan ekspresi budaya, Konvensi untuk Perlindungan Warisan Budaya Tak benda dan juga hasil-hasil dari pertemuan dan kesepakatan World Heritage Convention (WHC) lainnya yang bertujuan untuk melestarikan alam,budaya, situs sejarah dunia demi kepentingan masyarakat.

Strategi dan arah kebijakan program pembangunan pendidikan dan kebudayaan tahun 2010-2014 dibentuk untuk memberikan arah dan pedoman bagi instansi penyelenggara pendidikan dan kebudayaan baik itu berada di pusat maupun berada di daerah terkait dengan cara-cara yang diperlukan dan dibutuhkan untuk mencapai sasaran-sasaran strategis yang menggambarkan tujuan strategis. 


Kesimpulan terhadap sasaran dan tujuan strategis yang telah diuraikan pada tulisan sebelumnya akan terlihat adanya sejumlah komponen yang sangat dibutuhkan dalam kegiatan penyelenggaraan layanan prima pendidikan dan kebudayaan. Kebutuhan tersebut antara lain mencakup masalah pendidik dan tenaga kependidikan, sarana dan prasarana, pendanaan, pembelajaran dan penilaian serta tata kelola.

Program Pendidikan dan Kebudayaan merupakan bentuk upaya pemerintah untuk menjadikan manusia Indonesia seutuhnya, yaitu dapat menjunjung tinggi serta memegang dengan teguh norma dan nilai yang tertera sebagai berikut :

1.     Norma agama dan kemanusiaan untuk menjalani kehidupan sehari-hari, baik sebagai makhluk dari Sang Pencipta, makhluk individu, maupun sebagai makhluk sosial;

2.     Norma persatuan bangsa untuk membentuk dan membangun karakter bangsa dalam rangka memelihara dan menjaga keutuhan bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia;

3.     Norma kerakyatan dan demokrasi untuk membentuk manusia yang dapat memahami, menghayati serta menerapkan prinsip-prinsip kerakyatan dan demokrasi didalam kehidupan berbangsa dan bernegara; dan terakhir yakni

4.     Nilai-nilai keadilan sosial untuk menjamin terselenggaranya pendidikan yang merata dan bermutu serta kompetitif bagi seluruh bangsa dan negara serta menjamin penghapusan segala bentuk tindakan diskriminasi dan perbedaan gender serta terlaksananya pendidikan untuk semua lapisan golongan dalam rangka mewujudkan masyarakat berkeadilan sosial.

Demikian informasi yang dapat saya sampaikan untuk anda tentang “Mewujudkan Insan Indonesia Cerdas Dan Kompetitif”, semoga tulisan ini dapat bermanfaat bagi anda semua.

Sarkomet berkata “Salam Satu Jiwa”.

Tidak ada komentar