Bacaan Terbaru

Menafsirkan Mimpi Hukumnya Dalam Islam


Pada dasarnya menafsirkan sebuah mimpi, termasuk dalam mencari arti mimpi hukumnya Mubah atau ‘boleh’, karena pada masa Nabi Muhammad SAW, beliau juga pernah melakukannya dan bahkan jelas-jelas terdapat didalam Al-Qur’an mengenai kisah Nabi Yusuf, disebutkan secara jelas dan lengkap soal kelebihan yang diberikan oleh Allah kepada beliau. 

Dan dalam sebuah hadist sahih (hadist yang dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya dari ucapan, perbuatan dan taqrir Nabi) juga disebutkan yang intinya mengatakan bahwa sebenarnya mimpi itu ada 3 bentuknya, yakni yang lahir dari angan-angan atau pun obsesi, dari Syaitan dan yang dari Allah yang merupakan bentuk mimpi yang baik.

Penjelasan mengenai mimpi yang pertama dianjurkan untuk diabaikan saja karena itu hanya bunga tidur semata sedangkan mimpi yang kedua sangat disarankan, dan ini juga telah disebutkan dalam salah satu riwayat bahwa sebisa mungkin jangan pernah diceritakan pada orang yang tidak senang dengan kita karena jika ia menafsirkannya maka bisa jadi akan menjadi kenyataan, dan mengenai mimpi yang ketigalah sebenarnya yang dibolehkan untuk diketahui tafsirnya, tapi yang perlu diingat sekali lagi… yang namanya tafsir mimpi (kecuali tafsir Al-Qur’an yang dilakukan oleh ulama besar yang memang mempunyai ilmu yang luas) pada umumnya tidak bisa hanya kita jadikan sebagai ilmu pasti, namun demikian menafsirkan mimpi tidak juga bisa kita tolak mentah-mentah karena bisa jadi ada benarnya apa yang kita tafsirkan.

Jika anda ingin mengetahui bagaimana itu mimpi yang benar maka salah satu tanda-tandanya adalah ia akan membawa kegembiraan atau pun kebaikan pada orang yang mengalami mimpi tersebut, namun demikian yang lebih penting dari ini semua adalah ia tidak melanggar aturan-aturan yang telah digariskan dalam agama Islam, karena jika mimpi itu melanggar maka bisa jadi itu mimpi yang ditimbulkan oleh syaitan yang merupakan mimpi pertama seperti yang saya jelaskan diatas.

Siapa yang bisa menafsirkan mimpi?

Ini sangat penting sekali untuk diketahui karena bahkan artikel yang anda baca saat ini sama sekali tidak bisa dijadikan sebagai pegangan atau panduan pasti karena penulis sendiri bukan seorang yang ahli mengenai tafsir mimpi, melainkan hanya menyalin dari beberapa situs yang memang dianggap layak untuk dijadikan sebuah referensi. Lalu dimanakah seharusnya kita mencari orang yang benar-benar bisa menafsirkan arti mimpi atau istilahnya Mu’abir (orang yang ahli atau ilmu pasti dalam menafsirkan mimpi).

Mencari orang yang seperti ini sangat jarang sekali ditemukan dan bahkan bisa jadi tidak ada di kota atau daerah anda yang ahli menafsirkan mimpi. Tetapi jika memang anda benar-benar ingin mendapatkan tafsir yang valid dan dipercaya termasuk dari arti mimpi, maka jawabannya ada pada ulama (yang memang betul-betul paham arti mimpi) dan membaca makna yang terkandung di dalam Al-Qur’an secara keseluruhan serta banyak menghafal hadist yang shahih

Namun terkadang itu pun belum cukup untuk seorang ulama karena keahlian seperti ini langka dan bahkan bisa jadi walaupun ulama tersebut hafal 30 Juz Al-Qur’an tetapi kalau memang tidak diberikan kelebihan oleh Allah tentu saja ia tidak bisa menafsirkan mimpi. Jadi orangnya (dalam hal ini ulama) sebenarnya betul-betul bukan hanya mempunyai ilmu agama yang tinggi tetapi juga memang karena sengaja diberikan kelebihan oleh Allah swt yang dikhusus kan untuknya.

Bolehkah mempercayai buku tafsir mimpi
?


Berbicara mengenai mempercayai buku tafsir mimpi mungkin bisa, mungkin juga tidak. Mengapa demikian? Karena yang namanya buku apalagi buku tafsir mimpi bisa jadi ditulis oleh orang yang tidak tepat dan mungkin juga hanya menggunakan beberapa referensi yang dia baca atau temui kemudian ia menulis rangkumannya dalam satu naskah. Kalau buku tafsir mimpi atau istilah tenarnya primbon mimpi bisa dijadikan rujukan asal orang yang menulisnya memang mempunyai keahlian sebagaimana disebutkan di atas dan yang lebih penting lagi ia mempunyai keahlian dasar dari dalil-dalil dalam ajaran agama Islam, baik itu hadist atau pun Al-Qur’an.

Tetapi jika seandainya, ini hanya seandainya yach, saat ini anda mempunyai buku primbon soal tafsir arti mimpi menikah atau arti mimpi lainnya yang sama sekali tidak ada dasarnya apalagi dari sumber yang terpercaya, maka sebaiknya dihindari karena bisa jadi akan membawa kepada kemusyrikan, terlebih kalau buku tafsir mimpi di dalamnya ngaur dan bertentangan dengan ajaran agama kita.

Cara menyikapi mimpi dengan baik
Ada banyak sekali cara untuk menyikapi mimpi yang baik yang dapat dijadikan pertimbangan ketika kita mengalami mimpi yang kita rasa itu aneh dan sangat berbeda tetapi seakan memberi pesan yang kuat pada diri kita pribadi untuk melakukan sesuatu. Beberapa hal yang harus digaris bawahi adalah:

  • Sandarkanlah segalanya mimpi anda pada Allah swt. Yang Maha Kuasa, termasuk dengan mimpi menikah, hamil atau pun melahirkan yang kamu alami atau istri anda alami, dan jangan sekali-kali menyandarkan pikiran dan hati kita hanya pada mimpi tersebut karena bisa jadi dapat membawa kita pada perbuatan musyrik.
  • Anda bisa saja mempercayai dan bisa juga tidak pada tafsir mimpi yang telah saya sebutkan di atas, tapi jangan sekali-kali anda terpaku padanya karena pada intinya usaha dan doa bisa merubah takdir seseorang.
  • Kembalikanlah segala sesuatu atau urusan anda pada Al-Qur’an dan Hadist karena pada 2 hal inilah yang dapat menghindarkan seseorang dari perbuatan yang zalim.
  • Jika anda mengalami mimpi buruk maka jangan diceritakan pada siapa pun karena yang namanya mimpi kejadian yang dialami dalam kehidupan nyata diibaratkan seperti orang yang mengangkat satu kakinya untuk melangkah yang mana sampainya di tanah ibarat tafsir mimpi tersebut, begitu suatu mimpi ditafsirkan maka kejadiannya besar kemungkinan akan terjadi. Jadi harus berhati-hati betul.
  • Ceritakanlah mimpi baikmu hanya pada orang yang baik dan dapat dipercaya menurutmu dan jangan pada orang yang tidak senang padamu apalagi orang yang sirik pada kita agar ia tidak menafsirkan sembarangan yang bisa jadi akan jadi kenyataan.
  • Untuk penjelasan terakhir, jadikanlah mimpimu sebagai sarana dan panduan untuk menasehati dirimu sendiri dan juga agar lebih mendekatkan dirimu pada Allah swt., jangan sampai sebaliknya.
  • Yang berkaitan dengan artikel ini : Bunga Tidur : Firasat atau Mimpi

Demikian informasi yang dapat saya sampaikan untuk anda tentang Hukum menafsirkan mimpi dalam ajaran agama Islam, semoga tulisan ini dapat bermanfaat bagi anda semua.
Sarkomet berkata “Salam Satu Jiwa”.

Tidak ada komentar