Bacaan Terbaru

Lumbung Pangan Di Perbatasan


Kementerian Pertanian,- Presiden Joko Widodo mengintruksikan kepada Menteri Pertanian (Andi Amran Sulaiman) untuk mencapai swasembada padi jagung dan kedelai (pajalai) dalam kurun waktu tiga tahun. Intruksi tersebut disikapi Menteri Pertanian dengan membuat berbagai terobosan untuk mencapai swasembada pangan salah satunya dengan membangun lumbung pangan di perbatasan.


Kebutuhan pangan dunia saat ini sudah menjadi ancaman yang sangat serius karena produksi pangan dunia tidak sepadan dengan pertambahan populasi dunia. Terlebih lagi laju pertumbuhan penduduk menjadi tidak terkendali karena salah satu penyebabnya yakni Pemerintah China telah merevisi Undang-undang Kependudukan “Dulu setiap pasangan cuma boleh memiliki satu anak sekarang boleh dua”. Ini salah satu yang membuat laju pertumbuhan penduduk dengan keperluan makan terutama beras tidak sama.

Tantangan lainnya yaitu perubahan iklim alias global warning yang saat ini begitu drastis sehingga menyebabkan suhu bumi berubah, seperti panas bumi bisa naik 2 derajat dan ini sangat berpengaruh pada tanaman pangan seperti padi dan jagung. Ancaman ini yang menjadi persoalan sehingga Presiden Jokowi menargetkan negara kita harus bisa mandiri pangan.

Atas arahan Bapak Presiden kita harus berdaulat pangan, tidak bisa ditawar lagi kata Menteri Pertanian (Andi Amran Sulaiman) saat berdialog dengan Komunitas Tani Nelayan Andalan (KTNA) di Dusun Pulau Bendu Kab. Landak – Kalimantan Barat. Oleh karena itu, lanjutnya tidak ada cara lain petani-petani Indonesia harus bisa meningkatkan produksi lahan pertaniannya agar bisa memenuhi kebutuhan nasional, minimal petani bisa penuhi keperluannya sendiri. Katanya.


Persoalan lain yang dihadapi petani Indonesia tidak hanya dari eksternal tetapi internal, saat ini jumlah petani terus berkurang karena banyak dari masyarakat Indonesia enggan bertani karena melihat pertanian kurang menjanjikan. Oleh karena itu konsep dasar kedaulatan pangan adalah pemenuhan pangan melalui produksi lokal, kedaulatan pangan merupakan konsep pemenuhan hak atas pangan yang berkualitas gizi baik dan sesuai secara budaya, diproduksi dengan sistem pertanian yang berkelanjutan dan ramah lingkungan. Sedangkan untuk kesejahteraan petani secara ringkas adalah meningkatkan margin keuntungan yag diterima petani sehingga petani lebih bergairah untuk memproduksi secara berkelanjutan.

Oleh karena itu, begitu mendapat mandat untuk swasembada pangan padi, jagung dan kedelai (pajalai) dalam tiga tahun oleh Presiden Joko Widodo, Menteri Pertanian langsung bergerak cepat mengangkat produksi pangan dalam negeri. Berbagai aturan yang menghambat pertanian langsung dilibas, semua dilakukan semata-mata agar masyarakat Indonesia bisa jadi negara mandiri dalam pangan.


Menteri Pertanian sangat berambisi untuk membangun lumbung pangan di perbatasan salah satunya di Entikong-Malaysia karena melihat potensi yang luar biasa terlebih Malaysia untuk bawang saja mengimpor 1 juta ton dari negara tetangga seperti dari Pakistan, Laos dan Myanmar. 

Dengan adanya Lumbungan pangan di perbatasan diharapkan Indonesia dapat menjadi penopang pangan negara-negara tetangga, oleh karena itu Menteri Pertanian mengajak para petani untuk terus menggenjot produksi lahannya agar bisa diekspor ke negara tetangga, selain itu dengan adanya lumbung pangan di perbatasan diharapkan mampu mengatasi persoalan harga dan produksi pangan yang selama ini menjadi penyebab harga mahal.

Demikian informasi yang dapat saya sampaikan untuk anda tentang "Membangun Lumbung Pangan Di Perbatasan", semoga tulisan ini dapat bermanfaat bagi anda semua.
Sarkomet berkata “Salam Satu Jiwa”.

4 komentar:

  1. nice sharenya ... semoga kebijakan pemerintah dapat terlaksana dengan baik

    BalasHapus
  2. iya..sekarang jumlah petani semakin berkurang

    sebenarnya sih ya karena kebijakan pemerintah juga..

    BalasHapus
  3. coba pemerintah lebih memperhatikan dan memberikan pelatihan bagaimana bertani secara modern

    BalasHapus
  4. nice berita nya tambah pengetahuan :)

    BalasHapus