Bacaan Terbaru

Kentut Istilah Modernya Buang Angin



Kebanyakan orang pada umumnya mendiskusikan mengenai kentut atau istilah kerennya buang angin biasanya agak memalukan. Padahal studi menunjukkan kentut merupakan satu siklus dalam tubuh yang harus dikeluarkan. Hebatnya, dengan kentut Anda bisa mencegah risiko penyakit kembung hingga kanker.  

Kentut dapat dikatakan sebagai sebuah hal yang alami dan sah-sah saja kalau setiap orang kentut, meski memang kalau ketahuan di muka umum pasti memalukan karena dinilai tak sopan. Faktanya, kentut sendiri adalah suatu hal yang menjadi tanda bahwa usus kita sehat dan sistem pencernaan berfungsi normal.




Apa Itu Kentut

Kentut disebabkan oleh udara yang terjebak dari berbagai sumber. Beberapa dari udara itu masuk saat Anda menelan, mengunyah atau minum, udara ini merembes masuk ke usus dan dibawa oleh darah. Kentut sendiri merupakan proses mengeluarkan gas yang berasal dari sepanjang jalur sistem pencernaan, selain kentut gas juga dikeluarkan melalui sendawa. Kentut setiap orang berbeda-beda, frekuensi dan bau kentut juga bisa menjadi indikasi masalah di saluran pencernaan.

Gas kentut terdiri dari 59 persen nitrogen, 21 persen hidrogen, 9 persen karbon dioksida, 7 persen metana dan 4 persen oksigen. Hanya sekitar satu persen dari kentut mengandung gas hidrogen sulfida dan merkaptan, yang mengandung sulfur. Sulfur inilah yang membuat kentut berbau busuk.  Kentut yang menimbulkan suara biasanya terjadi karena getaran rektum. Sedangkan kenyaringannya dapat bervariasi, tergantung pada seberapa banyak tekanan gas serta otot sfingter



Penyebab Sering Kentut


·   Menelan Udara
Hal ini wajar terjadi ketika kita makan atau minum, tapi biasanya hanya sedikit udara yang masuk. Namun udara akan banyak yang masuk ketika makan permen karet, merokok, makan sambil berbicara, makan terlalu cepat, dan minuman berkarbonasi.

·   Jenis Makanan
Perhatikan jenis makanan yang Anda makan karena ini berpengaruh terhadap pembentukan gas dalam saluran cerna. Makanan yang membuat kembung dan sering kentut biasanya makanan yang susah dicerna sedangkan bakteri akan bekerja keras mencernanya dengan efek samping menimbulkan gas berlebihan. 

Makanan seperti kacang-kacangan, kubis, brokoli, kismis, kacang, plum, dan apel, merupakan contoh-contoh makanan penyebab sering kentut dan perut kembung. Makanan ini juga lebih lama dicerna, menyebabkan bau yang tidak menyenangkan yang berhubungan dengan perut kembung. Selain itu, makanan tinggi fruktosa atau sorbitol, seperti jus buah, juga dapat menyebabkan perut kembung dan sering buang angin.

Macam-Macam Jenis Kentut


·   Bau kentut normal
Bau kentut yang masih dalam batas wajar (apapun itu) adalah gas hasil olahan beberapa makanan yang merangsang pembentukan gas dalam tubuh, seperti brokoli, kembang kol, daging merah, susu dan produk susu, bawang, serta gandum dan roti gandum utuh. Tetapi, seberapa baunya kentut Anda setelah makan siang dengan menu makanan di atas, hal ini masih tergolong sehat dan normal.

Aroma gas saat buang angin juga dapat dipengaruhi oleh hormon. Ketika Anda akan menyambut menopause atau dalam kondisi lain yang mengacaukan hormon Anda (menstruasi atau kehamilan, misalnya), efeknya mungkin juga terbawa hingga ke masalah kentut. Banyak wanita dalam usia menopause melaporkan bahwa sistem pencernaannya tidak lagi bekerja sebaik saat usia muda. Walaupun begitu, masih belum dapat diastikan apakah estrogen atau progesterone yang bertanggung jawab dalam hal ini.

Satu aroma yang harus Anda khawatirkan adalah bau kentut yang tercium seperti kombinasi daging dan telur (berat, sedikit amis dan berlemak), sebagai hasil dari tingginya kadar hidrogen sulfida yang menjadi indikator kerusakan usus, infeksi peradangan saluran pencernaan, atau bahkan kanker usus.


·   Kentut sangat bau
Aroma kentut yang sangat bau hingga mencubit hidung, saling tuding menuding mencari pelakunya dan mencemari satu ruangan, seringnya merupakan hasil dari pola makan berserat tinggi, atau makan makanan yang mengandung tinggi hidrogen sulfida, seperti brokoli, kembang kol, dan kacang-kacangan.

Namun, gas berbau tengik minta ampun dan sering juga bisa menandakan bahwa Anda sedang sembelit. Feses terdiri dari banyak bakteri. Saat feses menumpuk di perut dan tidak bergerak, bakteri-bakteri ini akan berakumulasi dan berinteraksi, memfermentasikan feses dan melepaskan gas yang lebih bau daripada biasanya. Aroma gas yang sangat bau juga bisa menjadi tanda bahwa Anda memiliki intoleransi laktosa.

Alasan lain dari kentut berbau busuk yang termasuk langka dapat menjadi masalah kronis, seperti sindrom iritasi usus besar, infeksi gastroenteritis, gangguan malabsorpsi atau autoimun seperti penyakit Celiac. Bisa ada masalah malabsorpsi nyata yang terjadi terkait dengan penyakit Celiac atau gangguan autoimun lain ketika tubuh tidak bereaksi dengan baik terhadap gluten dan malah mulai memecah lapisan dinding usus kecil.


·   Kentut tidak berbunyi
Suara yang dihasilkan oleh kentut Anda tidak ada hubungannya dengan apa yang Anda makan sebelumnya. Sederhananya, suara ini tidak berbunyi, pelan, kencang, panjang, hingga yang pendek-pendek dan berulang diakibatkan oleh gas yang keluar melewati rektum sehingga menyebabkan getaran di bukaan anus.

Tinggi-rendah, panjang-pendek nada suara kentut akan bergantung pada keketatan sfingter (cincin otot lurik yang mengelilingi kanal anus) serta kecepatan gas yang dikeluarkan. Beberapa orang dapat secara sukarela menahan gas dengan mengencangkan rektum mereka, namun di malam hari Anda akan cenderung melepaskan gas dengan bunyi nyaring karena otot sfingter Anda dalam keadaan rileks.

·    Sering kentut
Jika Anda menyadari Anda sering buang gas, lebih dari 22 kali dalam sehari, Anda mungkin terlibat dalam perilaku atau pola makan yang memproduksi gas dalam kadar tinggi. Anda bisa minum banyak kopi (yang merenggangkan sfingter, membiarkan kentut menyelinap keluar lebih sering), makan banyak karbohidrat dan makanan lain yang sulit dipecah oleh usus Anda untuk, diet vegetarian, atau bahkan hanya makan makanan dengan terburu-buru (yang dapat menyebabkan Anda menelan semakin banyak udara). Namun, bukan berarti perilaku ini membahayakan kesehatan, dan tentu semua ini bisa diubah.

Beberapa orang mungkin memiliki defisiensi beberapa enzim dalam usus kecilnya (misalnya akibat intoleransi laktosa) yang menyebabkan diare dan perut kembung. Hal ini diakibatkan oleh gula yang menetap dalam usus kecil dan menyebabkan lebih banyak produksi gas.

Meski perut kembung berlebihan dapat mengungkapkan kurangnya senyawa dalam saluran cerna, hal ini juga dapat menunjukkan hal komponen saluran pencernaan yang berlebihan. Pada kasus yang jarang terjadi, kondisi sering kentut dapat menandakan adanya pertumbuhan bakteri usus kecil berlebih (small intestinal bacterial overgrowth/SIBO). Artinya, usus kecil Anda kini menjadi rumah bagi terlalu banyak bakteri, yang dapat membuat perut kembung dan mengeluarkan gas lebih sering.

Buang gas berlebihan yang disertai dengan bau busuk termasuk jarang, dan seringnya juga diikuti oleh perubahan dalam feses dan kebiasaan pencernaan. Tetapi hal ini juga dapat disebabkan oleh pola makan tertentu, stres, dan campuran obat-obatan. Selain itu, individu yang baru saja menjalani operasi pada saluran pencernaan atau baru saja sembuh dari gangguan pencernaan seperti norovirus juga mungkin mengalami ketidakseimbangan bakteri.

Tapi pada umumnya, sering kentut tidak perlu terlalu dikhawatirkan. Buang angin adalah bagian alami dari kehidupan sehari-hari. Kentut biar pun sepele dan dikata sebagian orang sebagai hal yg "jorok dan memalukan", tetapi kentut adalah sistem sirkulasi tubuh yg teramat penting.  Kentut pun anugerah dari Allah juga.

Demikian informasi yang dapat saya sampaikan untuk anda tentang "Kentut (Buang Angin)", semoga tulisan ini dapat bermanfaat bagi anda semua.
Sarkomet berkata “Salam Satu Jiwa”.

2 komentar:

  1. kentut gak bersuara = lebih bau drpd yg suara keras
    bener ga gan ?

    BalasHapus