Bacaan Terbaru

Fruktosa (Gula Buah) Bahan Pengganti Gula

 

Jika anda memakan buah-buahan pasti akan merasakan rasa manis di dalamnya, itulah Fruktosa atau yang sering dikenal dengan nama gula buah. Fruktosa dapat ditemukan pada tanaman terutama pohon buah, bunga dan sayuran, tanaman fruktosa bisa berbentuk ikatan kimia monosakarida tunggal atau hanya bagian bersama dengan glukosa dan sukrosa. Rasa fruktosa murni sangat manis, berbentuk kristal dan berwarna putih tetapi mudah larut dalam air.

Fruktosa merupakan gula paling manis karena memiliki tingkat kemanisan 1,7 kali gula biasa bahkan sukrosa yang banyak terdapat dalam gula pasir kalah manis. Fruktosa merupakan bahan pengganti gula yang umumnya terdapat pada produk makanan dan minuman seperti sirup, susu bayi, madu dan sweetener, bahkan untuk madu sendiri fruktosa menguasai lebih dari 40% rasa manis, selain itu saus dan soda pun saat ini memakai fruktosa sebagai bahan pemanis. Fruktosa memiliki sekitar 20 miligram per desiliter sehingga tidak menaikkan kadar gula darah dalam waktu relatif cepat.

Fruktosa merupakan zat penting bagi tubuh manusia sebagai sumber energi bersama dengan glukosa dan galaktosa, ia langsung diserap dalam tubuh melalui aliran darah di saluran cerna. Meski sebagai sumber energi, fruktosa tidak untuk otot dan otak, fruktosa Cuma dimetabolisme dalam liver namun dalam proses metabolisme ia tergantung pada enzim fructokinase

Fruktosa berbeda dari sukrosa yang sering disebut gula meja, sukrosa dibentuk dari glukosa dan fruktosa, para ahli menganjurkan penggunaan sukrosa karena merupakan jenis gula yang tidak menyebabkan lepasnya isulin dan produksi leptin, hormon yang mengatur asupan energi dan proses pelepasannya berbeda dengan fruktosa yang berperilaku seperti lemak sehingga dapat mengakibatkan kegemukan. Sukrosa diurai menjadi glukosa dan fruktosa sedangkan glukosa sering disebut gula darah karena beredar di dalam darah, glukosa disimpan di dalam hati dan sel-sel otot, jika glukosa berlebih bisa memaksa tubuh mengeluarkan hormon insulin untuk menetralisir.


Jenis-Jenis Pemanis Buatan

Selain pemanis asli seperti fruktosa, sukrosa dan glukosa terdapat beberapa pemanis buatan yang juga digunakna dalam industri makanan dan minuman.

Berikut beberapa jenis pemanis buatan diantaranya :

Aspartam, mengandung kalori sekitar 0,4 kkal/gram, kerap dipakai sebagai bahan pemanis buatan untuk beberapa produk makanan ringan. aspartam terbuat dari asam aspartat dan finilalanin, tingkat kemanisannya bisa mencapai 200 kali manis pada gula.

Neotam, dapat mempertegas rasa buah, mengandung nol kalori tetapi dapat dikonsumsi dengan pemanis yang lain. Pemanis ini tergolong aman lantaran tidak dicerna tubuh dan dibuang seluruhnya melalui urine dan feses, neotam merupakan pemanis non nutritif (0 kalori) batas maksimal kandungan neotam adalah 0-2 mg/kg berat badan.

Sakarin, pemanis buatan ini sudah dikenal sangat lama, sifatnya stabil dan memiliki sedikit kalori serta harganya sangat murah, sering dicampur dengan siklamat untuk mengurangi rasa tidak enak. Sakarin tidak bersifat karsinogenik dan merusak gigi serta tidak menyebabkan diabetes, tetapi perlu diingat jika pemakaian sakarin dalam dosis yang berlebihan dapat memicu tumbuhnya tumor serta dapat memutuskan plasenta dari janin pada ibu hamil, batas kadar yang dianjurkan sebesar 800-5.000 mg/kg berat produk.

Sukralosa, pemanis buatan ini tidak dapat dicerna dan dikeluarkan seluruhnya tanpa adanya perubahan melalui feses dan urine, batas kadar yang dianjurkan adalah 0-15 mg/kg berat badan.

Alitam, termasuk yang dapat dicerna oleh tubuh dan diserap usus, sisa penyerapannya dibuang melalui urine dan feses, di beberapa negara Eropa pemanis buatan ini belum diizinkan peredarannya.

Demikian informasi yang dapat saya sampaikan untuk anda tentang "Fruktosa pemanis dalam makanan dan minuman", semoga tulisan ini dapat bermanfaat bagi anda semua.
Sarkomet berkata “Salam Satu Jiwa”.

Tidak ada komentar