Bacaan Terbaru

Perempuan Paling Rentan Terserang Osteoporosis


Sembilan puluh persen perempuan memiliki gejala osteoporosis, sekitar 32,3 persen diantaranya ternyata sudah mengidap penyakit yang juga dikenal dengan tulang keropos. Dari tahun ke tahun, kecenderungan perempuan Indonesia untuk mengalami osteoporosis terus meningkat. Perhimpunan Osteoporosis Indonesia (Perosi) tahun 2014 melaporkan angka kesakitan osteoporosis pada wanita Indonesia meningkat yaitu 1 dari 3 wanita usia 50-80 tahun, menjadi 1 dari 2 wanita usia 50-80 tahun.
Perempuan yang mengalami osteoporosis, akan mudah mengalami patah tulang walaupun hanya mengalami cedera yang ringan. berdasarkan data Sistem Informasi Rumah Sakit (SIRS) tahun 2010 sampai 2014 angka kasus patah tulang panggul pada penderita osteoporosis di Indonesia meningkat cukup tinggi. Di tahun 2014 saja tercatat sekitar 300 dari 10.00 kasus usia 40 tahun.

Penyebab
Secara umum, ada dua faktor risiko osteoporosis yakni faktor risiko yang dapat diubah dan tidak dapat diubah. Faktor yang tidak dapat diubah yaitu usia, jenis kelamin perempuan, genetik, gangguan hormonal dan ras. Diperkirakan 80% kepadatan tulang diwariskan secara genetik, artinya osteoporosis dapat diturunkan.
Bagaimana faktor jenis kelamin? Berdasarkan hasil penelitian, tulang perempuan akan lebih cepat keropos daripada laki-laki. Perempuan yang berusia 40 tahun keatas atau yang memasuki masa menopause dimana kadar hormon estrogennya menurun akan lebih mudah terkena osteoporosis. Sedang pada laki-laki yang hormon testosteron dalam darahnya lebih sedikit, lebih mudah terkena osteoporosis.



Pada usia lanjut, daya serap kalsium akan menurun seiring dengan pertambahan usia, pada perempuan akan kehilangan massa tulang 30%-50% selama hidupnya. Sedangkan pria hanya 20%-30%, namun tidak berarti semua perempuan yang mengalami menopause akan mengalami osteoporosis.
Faktor risiko yang dapat diubah atau dicegah antara lain kurangnya aktivitas fisik, postur tubuh, kebiasaan merokok, kebiasaan minum alkohol, kopi, minuman mengandung kafein, kurang terkena sinar matahari, kurang asupan gizi yang sehat dan seimbang terutama yang mengandung kalsium dan vitamin D dan penggunaan obat anti radang selama lebih dari tiga bulan.
Masyarakat Indonesia memiliki risiko tinggi terkena osteoporosis, karena rata-rata asupan kalsium hanya 300 mg per hari. Padahal, setiap orang dewasa membutuhkan 1.000-1.500 mg kalsium per hari, dari seluruh kalsium yang dikonsumsi hanya separuh yang dapat diserap oleh tubuh. Minuman yang mengandung alkohol, kafein dan soda berpotensi mengurangi penyerapan kalsium ke dalam tubuh.



Cara Mencegah Osteoporosis
Pengetahuan dan informasi mengenai masa pertumbuhan dan perkembangan tulang perlu diketahui masyarakat sejak dini. Pertumbuhan dan perkembangan tulang akan mencapai puncak pada usia 30 tahun kemudian massa tulang akan menurun secara alamiah. Puncak massa tulang orang Indonesia pada laki-laki terjadi pada usia 20-29 tahun dan pada perempuan usia 30-39 tahun. Karenanya sangat penting untuk memenuhi kebutuhan kalsium harian pada masa pertumbuhan tersebut yaitu dimulai sejak bayi dan masa kana-kanak hingga dewasa sebagai pencegahan terjadinya osteoporosis.
Deteksi secara dini pada osteoporosis dapat dilakukan dengan pemeriksaan alat bone densitometer (alat untuk mengukur kepadatan tulang). Bone densitometer berfungsi sebagai alat yang mengukur massa tulang dan bisa sebagai alat deteksi bagi mereka yang mempunyai risiko untuk terkena osteoporosis. Dengan melakukan deteksi dini, diharapkan masyarakat sadar dan mau melakukan pencegahan dengan mengetahui faktor-faktor risiko osteoporosis serta mencegah terjadinya patah tulang di masa mendatang.



Demikian informasi kesehatan yang dapat saya sampaikan untuk anda tentang  "Perempuan Paling Rentan Terserang Osteoporosis", semoga tulisan ini dapat bermanfaat bagi anda semua.

sarkomet berkata “Salam Satu Jiwa”.

1 komentar: