Bacaan Terbaru

Smartphone "Made In Indonesia"


Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Mohammad Nasir mendukung Smartphone  "made in Indonesia". Nasir bahkan akan menginstruksikan Direktorat Jenderal penguatan inovasi untuk memproduksi smartphone 4G di Indonesia agar bisa digunakan oleh masyarakat Indonesia.

"Ditjen Penguatan Inovasi bertugas menghilirkan hasil riset di perguruan tinggi dan lembaga pemerintahan agar bisa dimanfaatkan masyarakat, misalnya membuat smartphone 4G," katanya ditemui di Buka Puasa Bersama Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi di Jakarta, Rabu (29/6/2016).

Lebih lanjut Nasir mengungkapkan, sebelumnya salah satu politeknik di Batam telah berhasil membuat chip smartphone. "Jadi nanti bekerja sama dengan politeknik, mereka membuat chip kemudian chip itu akan diproduksi menjadi smartphone bekerja sama dengan perusahaan," ucapnya. Rencananya, Nasir akan membicarakan hal ini dalam waktu dekat dengan pihak-pihak terkait. Ia menilai, tujuan dari hal ini agar masyarakat lebih mencintai produk dalam negeri.


"Jadi ini adalah upaya swadeshi (gerakan cinta produk dalam negeri). Setelah jadi, saya berharap nanti pejabat eselon 1 dan 2 akan beralih ke smartphone lokal," kata Mantan Rektor Universitas Diponegoro itu. Terkait dengan teknologi, Kemenristek sendiri memiliki rencana untuk memperingati hari kebangkitan teknologi nasional (Harteknas) yang diselenggarakan di Solo 10 Agustus 2016 mendatang.

Tahun ini tema yang dipilih berkaitan dengan era digitalisasi. Beberapa program Kemristekdikti yang bakal diusung di antaranya adalah inovasi di bidang pangan, kesehatan dan obat, bidang transportasi, teknologi informasi dan komunikasi, hingga pertahanan dan keamanan.
Manpack Alkom FISCOR-100
Beberapa inovasi yang dipaparkan Nasir di antaranya sebuah alat komunikasi pertahanan bernama Alkom Manpack Fiscor-100 yang ditelah diproduksi PT LEN Industri. Alat komunikasi militer buatan PT LEN Industri (Persero) itu merupakan salah satu inovasi unggulan PT LEN yang pernah memperoleh penghargaan Anugerah Rintisan Teknologi Industri 2009 dari pemerintah. 

Manpack Alkom FISCOR-100 dikembangkan sejak 2001 oleh PT LEN Industri. Nama ‘100’ diambil dari peringatan Hari Kebangkitan Nasional ke-100 pada 2008. Tujuannya untuk membangkitkan industri berbasis teknologi dalam negeri. Bermula dari keinginan TNI untuk mengembangkan dan memproduksi alat komunikasi militer buatan dalam negeri. Pada periode 2001-2003, Puslitbang TNI bekerja sama dengan PT LEN Industri dalam program RUK Kementerian Riset dan Teknologi untuk mengembangkan alat komunikasi radio antisadap dan anti-jamming.


Dengan kombinasi ini tentunya produk PT LEN Industri jauh lebih unggul. Teknologi tersebut memiliki kandungan lokal 85%, sedangkan untuk komponen handset, elektronik, dan konektor masih diimpor. Komponen dalam negeri dengan sistem komunikasi yang dirancang secara khusus sangat menguntungkan bagi TNI. Sebab, sistem komunikasi buatan luar negeri belum tentu aman karena akan dirancang untuk kepentingan negara pembuat. Untuk itu, sistem keamanan dalam komunikasi dirancang khusus dan hanya pemakaianya yang tahu. Alat tersebut bisa didesain sesuai keinginan.


Pembuktian antisadap ini diperlihatkan saat uji coba. Ketika alat tersebut dipakai berkomunikasi, di frekuensi biasa hanya terdengar suara gelombang radio tanpa ada suara. Kadang bunyinya agak bising, tapi tanpa ada yang bercakap-cakap. Padahal di balik itu sedang terjadi komunikasi antar pemakai. Hal tersebut menunjukkan alat komunikasi itu telah dilengkapi comsee sehingga tidak muncul percakapan di udara layaknya penyiar radio. Suara yang keluar dari percakapan antarpihak di lapangan telah dienkripsi sehingga mempersulit orang atau pihak musuh melakukan penyadapan.

Demikian informasi yang dapat saya sampaikan untuk anda tentang Smartphone "Made In Indonesia", semoga tulisan ini dapat bermanfaat bagi anda semua.

Sarkomet berkata “Salam Satu Jiwa”.

Tidak ada komentar