Bacaan Terbaru

Penyebab Berkembangnya Seks & Perilaku Seks pada Remaja


Kali ini saya akan memberikan sebuah postingan yang mudah-mudahan bermanfaat juga buat pembaca, dimana kali ini saya akan membahas sebuah artikel mengenai Penyebab berkembangnya seks dan Perilaku Seks pada Remaja, tentu masalah ini sangat penting sekali untuk kita bahas karena dengan tahu kita tentunya akan merasa lebih hati-hati lagi dan jelas kita tentu tidak mau terjerumus kedalam pergaulan seks yang salah, yang bukan waktunya dan bukan tempatnya. 

Nah untuk penjelasan detailnya mari kita simak pembahasannya di bawah ini :

Ancaman pola hidup seks remaja secara umum baik di pondokan atau kos-kosan tampaknya berkembang semakin serius. Pakar seks juga specialis Obstetri & Ginekologi Dr. Boyke Dian Nugraha mengungkapkan, dari tahun ke tahun data remaja yang melakukan hubungan seks semakin meningkat.

Dari sekitar lima persen pada tahun 1980-an, menjadi dua puluh persen pada tahun 2000. Kisaran angka tsb, kata Boyke, dikumpulkan dari berbagai penelitian di beberapa kota besar di Indonesia, seperti Jakarta, Surabaya, Palu & Banjarmasin. Bahkan di pulau Palu, Sulawesi Tenggara, pada tahun 2000 lalu tercatat remaja yang pernah melakukan hubungan seks pranikah mencapai 29,9 persen.

Kelompok remaja yang masuk ke dalam penelitian tersebut rata-rata berusia 17-21 tahun dan umumnya masih bersekolah di tingkat Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA) atau mahasiswa. Namun dalam beberapa kasus juga terjadi pada anak-anak yng duduk di tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP).


Tingginya angka hubungan seks pranikah di kalangan remaja erat kaitannya dengan meningkatnya jumlah aborsi saat ini, serta kurangnya pengetahuan remaja akan reproduksi sehat. Jumlah aborsi saat ini tercatat sekitar 2,3 juta, & 15-20 persen diantaranya dilakukan remaja. Hal ini pula yang menjadikan tingginya angka kematian ibu di Indonesia, menjadikan Indonesia sebagai negara yang angka kematian ibunya tertinggi di seluruh Asia Tenggara. 

Dari sisi kesehatan, perilaku seks bisa menimbulkan berbagai gangguan. Diantaranya, terjadi kehamilan yang tidak diinginkan selain tentunya kecenderungan untuk aborsi, juga menjadi salah satu penyebab munculnya anak-anak yang tidak diinginkan. 

Keadaan ini juga bisa dijadikan bahan pertanyaan tentang kualitas anak tersebut, apabila ibunya sudah tidak menghendaki. Seks pranikah, lanjut Boyke juga bisa meningkatkan resiko kanker mulut rahim. Jika hubungan seks tersebut dilakukan sebelum usia 17 tahun, risiko terkena penyakit tersebut bisa mencapai empat hingga lima kali lipat. 


Masalah kepribadian merupakan masalah utama penyebab berkembangnya seks, Kepribadian yaitu kebulatan sikap seseorang yang khas & membedakannya dengan orang lain dalam berbagai hal termasuk masalah seksual dengan demikian dapat dibedakan berbagai bentuk kepribadian sebagai berikut :
·      Kepribadian terbuka
Mereka sangat terbuka dalam masalah seksual & dengan mudah dapat diterka oleh orang lain.
·      Kepribadaian tertutup
Mereka mempunyai kepribadian tertutup sukar diterka & sulit untuk menyampaikan suatu masalah kepada orang lain.
·      Kepribadian emosional
Emosinya menguasai dirisendiri, tingkah laku seksualnya menonjol, sehingga setiap perasaan cinta harus diakhiri denga hubungan seksual.
·      Kepribadian rasional
Dengan kepribadian ini, mereka tidak mudah jatuh cinta & dicintai. Segala dipertimbangkan dengan baik, sehingga hasilnya memuaskan hatinya secara rasional.


Terjadinya peningkatan perhatian remaja terhadap kehidupan seksual ini sangat dipengaruhi oleh faktor perubahan – perubahan fisik selama periode pubertas. Kematangan seksual & perubahan hormonal mengakibatkan dorongan seksualitas pada remaja. Berbagai perilaku seksual pada remaja yang belum saatnya untuk melakukan hubungan seksual secara wajar antara lain dikenal sebagai :

·          Masturbasi atau onani yaitu suatu kebiasaan buruk berupa manipulasi terhadap alat genital dalam rangka menyalurkan hasrat seksual untuk pemenuhan kenikmatan yang seringkali menimbulkan goncangan pribadi dan emosi. 

·    Berpacaran dengan berbagai perilaku seksual yang ringan seperti sentuhan, pegangan tangan sampai pada ciuman dan sentuhan-sentuhan seks yang pada dasarnya adalah keinginan untuk menikmati dan memuaskan dorongan seksual. 

·    Berbagai kegiatan yang mengarah pada pemuasan dorongan seksual yang pada dasarnya menunjukan tidak berhasilnya seseorang dalam mengendalikannya atau kegagalan untuk mengalihkan dorongan tersebut ke kegiatan lain yang sebenarnya masih dapat dikerjakan.

Faktor penyebab seks bebas yang dialami remaja dapat dikategorikan menjadi dua yaitu:
·      Faktor Internal
Faktor internal atau lebih lazimnya dari dalam diri seseorang remaja itu. Keinginan untuk dimengerti lebih dari orang lain bisa menjadi penyebab remaja melakukan tindakan penyimpangan, sikap yang terlalu merendahkan diri sendiri atau selalu meninggikan diri sendiri, jika terlalu merendahkan diri sendiri orang remaja lebih mencari jalan pintas untuk menyelesaikan sesuatu dia beranggapan jika saya tidak begini saya bisa dianggap orang lain tidak gaul, tidak mengikuti perkembangan zaman.

·      Faktor Eksternal
Faktor Eksternal / faktor dari luar pribadi seseorang remaja. Faktor paling terbesar memberi terjadinya prilaku menyimpang seseorang remaja yaitu lingkungan dan sahabat, seseorang sahabat yang sering berkumpul bersama dalam satu geng, otomatis dia akan tertular oleh sikap dan sifat kawannya tersebut. Kasih sayang dan perhatian orang tua tidak sepenuhnya tercurahkan, membuat seorang anak tidak betah berada di dalam rumah tersebut, mereka lebih senang untuk berada di luar bersama kawan-kawannya. Apalagi keluarga yang kurang harmonis dan kurangnya komunikasi dengan orang tua dapat menyebabkan seorang anak melakukan penyimpangan sosial serta seks bebas yang melanggar nilai-nilai dan norma sosial. Apabila ayah dan ibu mereka yang memiliki kesibukan di luar rumah akan membuat anak-anak remaja semakin menjadi-jadi, sehingga mereka merasa tidak diperdulikan lagi.


Berdasarkan penjabaran definisi di atas maka dapat disimpulkan pengertian seks bebas adalah segala tingkah laku yang didorong oleh hasrat seksual terhadap lawan jenis maupun sesama jenis yang dilakukan di luar hubungan pernikahan mulai dari necking, petting sampai intercourse dan bertentangan dengan norma-norma tingkah laku seksual dalam masyarakat yang tidak bisa diterima secara umum.

Demikian informasi yang dapat saya sampaikan untuk anda tentang Penyebab Berkembangnya Seks dan Perilaku Seks Pada Remaja, semoga tulisan ini dapat bermanfaat bagi anda semua. 
Sarkomet berkata “Salam Satu Jiwa”.

Tidak ada komentar